Pemda DIY Klaim Stok Pangan Nataru 2025 Aman, Harga Cabai Naik dan Program MBG Dongkrak Permintaan Susu UHT
JOGJA - Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memastikan ketersediaan stok pangan di seluruh wilayah DIY dalam kondisi aman dan harga relatif terkendali menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Meski terjadi kenaikan harga pada sejumlah komoditas pangan, terutama cabai, kondisi tersebut dinilai masih dalam batas wajar sebagai siklus akhir tahun.
Hal itu disampaikan dalam konferensi pers hasil pemantauan lapangan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY di Ruang Rapat Wisanggeni, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Jumat (12/12/2025).
Asisten Sekretariat Daerah (Setda) DIY Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Tri Saktiyana, mengatakan TPID DIY secara konsisten menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan melalui komunikasi yang terbuka kepada publik.
"Ini bagian dari cara kita berkomunikasi. Kita terbuka kepada masyarakat, menyampaikan mana yang kurang dan cukup, mana yang harganya naik, dan mana yang harus kita waspadai. Semua kita sampaikan bersama," ujarnya.
Menurutnya, selain ketersediaan dan stabilitas harga, aspek kenyamanan dan keamanan masyarakat juga menjadi perhatian Pemda DIY menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
"Kalau dari sisi keamanan, ketersediaan komoditas dan jasanya relatif terkendali. Untuk menyambut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, aspek kenyamanan masyarakat yang perlu terus kita tingkatkan,” tegasnya.
Baca juga: Polresta Sleman Bersama Tim Gegana Polda DIY Siap Jaga Jemaat di 107 Gereja Pada Nataru 2024
Cabai dan Bawang Merah Naik, Stok Tetap Surplus
Kepala Biro Perekonomian dan SDA Setda DIY, Eling Priswanto, menegaskan stok pangan DIY hingga akhir Desember 2025 berada dalam kondisi surplus dan aman. Kenaikan harga terjadi pada beberapa komoditas seperti cabai, bawang merah, telur ayam, dan daging ayam ras, namun tidak disebabkan oleh lonjakan permintaan masyarakat.
"Dapat disimpulkan bahwa hasil pemantauan menunjukkan kondisi dan distribusi pangan DIY aman. Terkait harga memang ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, namun masih dalam rentang yang belum terlalu tinggi,” jelas Eling.
Di Pasar Piyungan, Bantul, harga cabai rawit merah tercatat mencapai Rp 60.000 per kilogram dan cabai merah keriting sekitar Rp 55.000 per kilogram. Sementara bawang merah naik hingga Rp 54.000 per kilogram. Kondisi serupa juga terjadi di Pasar Wates, Kulon Progo, Pasar Godean, Sleman, dan Pasar Beringharjo, Kota Yogyakarta, dengan harga cabai merah mencapai Rp 85.000 - Rp 95.000 per kilogram.
Namun, Eling menekankan bahwa pasar justru cenderung sepi pembeli.
“Meski terjadi kenaikan harga, para pedagang di lapangan justru tidak merasakan peningkatan permintaan dan cenderung sepi. Ini menunjukkan bahwa kenaikan harga lebih dipicu faktor eksternal seperti cuaca ekstrem, penurunan produksi, dan gangguan di daerah penyangga,” ujarnya.
TPID DIY juga mencatat dampak positif Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap perekonomian lokal. Program ini dinilai mampu menyerap produksi petani dan peternak, khususnya telur ayam, sekaligus mendorong aktivitas UMKM.
"MBG terbukti menumbuhkan perekonomian masyarakat. Produksi peternak telur hampir setiap hari terserap, artinya program ini mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat bawah,” kata Eling.
Selain itu, MBG juga berdampak pada meningkatnya permintaan susu UHT, terutama di toko modern di Kabupaten Gunungkidul.
"Permintaan susu UHT memang naik karena menjadi salah satu komponen wajib dalam program MBG. Namun untuk harga masih relatif stabil dan pasokan dipastikan aman,” tambahnya.
Stok Beras Bulog Aman, Bantuan Pangan Hampir Tuntas
Pemimpin Perum Bulog Kantor Wilayah Yogyakarta, Dedi Aprilyadi, memastikan stok beras di DIY sangat mencukupi untuk menghadapi Nataru.
"Untuk cadangan beras pemerintah di DIY saat ini mencapai 40.300 ton. Dengan kondisi stok yang ada, saya menilai provinsi ini dalam keadaan sangat aman,” ujarnya.
Bulog juga telah menyalurkan bantuan pangan beras untuk 328.700 keluarga penerima manfaat (KPM) dengan realisasi mencapai 99,22 persen, serta bantuan minyak goreng yang hampir seluruhnya tersalurkan.
Baca juga: Pemda DIY Minta Wisatawan Isi Bensin Dahulu Agar Tak Antri 30 Menit
BI: Kenaikan Harga Bersifat Musiman
Sementara itu, Kepala Tim Perumusan Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Arya Jodilistyo, menyebut kenaikan harga cabai, bawang merah, dan telur ayam ras merupakan pola musiman yang hampir selalu terjadi setiap Desember.
"Berdasarkan siklus lima tahun terakhir, komoditas tersebut memang menjadi penyumbang inflasi pangan di akhir tahun. Namun data menunjukkan tren harga sudah mulai melandai. Harapan kami ke depan harga pangan semakin terkendali,” pungkas Arya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung