Kamis, 11 DESEMBER 2025 • 15:10 WIB

Kendaraan Besar Dilarang Masuk Kota Jogja Saat Libur Nataru 2025, Ini 7 Jalur Alternatif yang Disiapkan Dishub

Author

Kepala Dishub DIY, Chrestina Erni Widyastuti. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Dinas Perhubungan (Dishub) DIY menyiapkan tujuh jalur alternatif untuk mengurai potensi kemacetan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Upaya ini dilakukan untuk mencegah penumpukan kendaraan di pusat Kota Yogyakarta, terutama setelah penutupan sementara Jembatan Kewek memicu kepadatan di sejumlah titik.

Kepala Dishub DIY, Chrestina Erni Widyastuti, mengatakan langkah tersebut merupakan arahan langsung dari Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X. Menurutnya, pemecahan arus kendaraan menjadi kunci agar kota tidak semakin padat pada puncak liburan akhir tahun.

"Ngarsa Dalem menekankan bahwa saat arus Nataru, kita harus memecah konsentrasi kendaraan. Jangan sampai kendaraan pribadi atau bus masuk kotanya. Kalau hanya melintas, harus diarahkan ke ruas-ruas jalan alternatif,” ujar Erni seusai menghadiri Rakor Forkopimda di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (10/12/2025).

Dishub DIY bersama kepolisian kini tengah memfinalisasi tujuh rute alternatif yang akan digunakan untuk mengalihkan arus pemudik dan wisatawan dari kawasan inti kota. Sosialisasi masif akan dilakukan agar masyarakat tidak hanya terpaku melewati kawasan Malioboro.

"Sekarang banyak kendaraan yang lewat Malioboro padahal tidak punya tujuan ke sana. Ini yang akan kita atur supaya arusnya lebih lancar," kata Erni.

Baca juga: Gang Ledok Tukangan Jadi Jalan Pintas Imbas Penutupan Parsial Jembatan Kewek Jogja, Ketua RT Akan Ngadu Ke Walikota

Menurutnya, penutupan parsial Jembatan Kewek yang masih berlangsung hingga pembangunan jembatan baru rampung, membuat arus kendaraan menumpuk di kawasan Kleringan dan Kridosono. Erni mengakui kepadatan terjadi karena informasi rekayasa lalu lintas belum sepenuhnya tersampaikan kepada masyarakat.

"Memang ada sedikit kemacetan di Kleringan, dan nanti akan ada simpul kemacetan di area Kridosono. Ini akan kita evaluasi satu sampai dua hari ke depan untuk menentukan jalur mana saja yang paling efektif,” ucapnya.

Selain itu, Erni menegaskan bahwa bus besar tidak diperbolehkan memasuki pusat kota selama periode Nataru. Kapasitas kantong parkir seperti Ngabean dan Senopati dinilai tidak mencukupi untuk menampung lonjakan wisatawan.

"Sekarang kita belum mampu mengalihkan bus yang masuk kota. Kapasitas parkir di Ngabean dan Senopati sangat terbatas, jadi bus besar tidak boleh masuk kota,” tegas Erni.

Berdasarkan evaluasi tahun lalu, Dishub DIY mencatat sekitar 4 juta pergerakan wisatawan selama Nataru 2024. Tahun ini, jumlah tersebut diperkirakan meningkat signifikan.

"Prediksi kunjungan wisatawan luar biasa. Tujuan mereka ke Yogyakarta. Kita akan rekayasa lalu lintas sedemikian rupa agar kota tidak terlalu padat," katanya.

Baca juga: Revitalisasi Jembatan Kewek Dimulai April 2026, Desain Baru Akan Sesuai Arahan Dinas Kebudayaan

Sementara itu, Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono menegaskan bahwa seluruh rangkaian pengamanan Nataru tahun ini telah dipersiapkan. Pengamanan meliputi antisipasi potensi gangguan Kamtibmas, ancaman bencana, hingga lonjakan wisatawan.

"Kita memastikan seluruh rangkaian pengamanan Nataru dapat berjalan dengan lancar untuk memelihara situasi Kamtibmas," tandas Anggoro.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Doorstop

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU