Jumat, 28 NOVEMBER 2025 • 20:20 WIB

UGM Raih Predikat Unggul dalam Penilaian SIMKATMAWA 2025, Bukti Tata Kelola Kemahasiswaan Terstruktur

Author

UGM Raih Predikat Unggul dalam Penilaian SIMKATMAWA 2025. (Istimewa)

JOGJA - Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mendapatkan predikat unggul pada penilaian Sistem Informasi Kinerja dan Tata Kelola Kemahasiswaan (SIMKATMAWA) 2025. Penghargaan ini diberikan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi setelah melakukan verifikasi dokumen kemahasiswaan tahun 2024.

Aspek yang menjadi fokus penilaian meliputi kelembagaan kemahasiswaan, prestasi dan rekognisi non-lomba, serta pelaksanaan program Direktorat Belmawa. Predikat unggul ini menegaskan posisi UGM sebagai perguruan tinggi dengan tata kelola kemahasiswaan yang konsisten dan terstruktur.

Direktur Direktorat Kemahasiswaan UGM, Dr. Hempri Suyatna, menyatakan bahwa pencapaian ini mencerminkan kinerja nyata dalam membangun ekosistem kemahasiswaan yang sehat.

"Keberhasilan ini lahir dari penguatan proses dan keluaran berupa berbagai prestasi mahasiswa. Kolaborasi lintas unit di UGM juga menjadi faktor penting tercapainya predikat tertinggi tahun ini,” ujarnya, Kamis (27/11/2025).

Hempri menekankan bahwa dukungan fakultas dan peran aktif mahasiswa menjadi kunci utama. Menurutnya, keselarasan antara proses pembinaan dan hasil akhir menjadi fondasi penguatan layanan kemahasiswaan di UGM.

"Berbagai prestasi mahasiswa menjadi indikator meningkatnya kualitas ekosistem belajar di universitas," ucapnya.

Selain itu, Hempri menegaskan predikat unggul ini akan mendorong UGM untuk terus memperkuat pembinaan dan pendampingan mahasiswa. Peningkatan tata kelola harus disertai respons cepat terhadap dinamika kebutuhan mahasiswa. Pengembangan program pembinaan dinilai penting agar capaian mahasiswa lebih solid dan berkelanjutan.

"Kontinuitas pembinaan akan menentukan kualitas capaian mahasiswa di masa mendatang. Integrasi program kewirausahaan, kepemimpinan, dan kreativitas diperkuat agar mahasiswa memiliki ruang aktualisasi yang memadai,” jelasnya.

Baca juga: NU DIY Minta Konflik PBNU Soal Pemecatan Gus Yahya Diselesaikan Lewat Musyawarah, Tolak Intervensi Politik Eksternal

Ia juga menekankan bahwa prestasi bukan sekadar hasil kompetisi, tetapi buah dari proses panjang yang sistematis. Ditmawa UGM saat ini membina sekitar 26 komunitas dan 51 unit kegiatan mahasiswa (UKM), yang terus didorong untuk meningkatkan prestasinya.

"Berbagai bentuk apresiasi disiapkan, mulai dari insentif bagi mahasiswa berprestasi, dukungan pendanaan organisasi, hingga beasiswa bagi pengurusnya. Prestasi dan aktivitas ekstrakurikuler mahasiswa juga dicatat dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)," katanya.

Baca juga: UGM Raih Posisi Kedua Nasional di PIMNAS ke-38 dengan 11 Medali Emas

Hempri menambahkan, penguatan kompetensi mahasiswa dalam kepemimpinan, kreativitas, dan kewirausahaan akan terus menjadi fokus.

"Kami akan terus mendorong berbagai inovasi dalam pengembangan kemahasiswaan, menjaga daya saing mahasiswa, dan memastikan sistem pembinaan terus relevan dengan kebutuhan global,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Melalui E-mail

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU