JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melalui Dinas Pariwisata (Dispar) melihat kebijakan pembatasan game online bukan sebagai hambatan, melainkan sebagai momentum untuk melakukan pembinaan terhadap anak-anak dan pelaku e-sport.
Kepala Bidang Industri Pariwisata Dispar Kota Yogyakarta, Cesaria Eka Yulianti Sri Hastuti, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait kebijakan tersebut, termasuk Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) serta komunitas E-Sport Indonesia.
"Sebenarnya pembatasannya ini kita sudah berkolaborasi sama teman-teman Disdikpora, jadi kita menanyakan kepada yang lebih tahu, kemudian juga kepada komunitasnya E-Sport Indonesia. Mereka juga sudah mengadakan kegiatan beberapa waktu lalu, upayanya adalah bagaimana anak-anak ini supaya mendapat pembinaan, bukan hanya dibiarkan begitu saja," ujarnya Rabu (12/11/2025).
Menurutnya, Dispar berupaya menyeimbangkan antara dunia digital dan aktivitas non-gadget melalui event yang akan digelar.
"Kita pilihkan game yang menurut pandangan teman-teman dari E-Sport itu tidak mengganggu anak-anak. Di event ini juga ada pilihan lain, seperti e-sport, board game, hingga rally play. Jadi bisa balance antara gadget dengan board game," katanya.
Baca juga: Persiapan Transisi Energi, ESDM Fokus pada Empat Strategi Utama Ini
Cesaria menambahkan, melalui kegiatan tersebut, pihaknya ingin memberikan pengalaman yang lebih luas bagi anak-anak untuk mengenal berbagai jenis permainan dan pembelajaran sosial.
"Dunia itu masih sangat luas. Untuk anak-anak, masih banyak permainan yang menarik. Kita tidak bisa menutup e-sport begitu saja karena e-sport juga bisa menstimulasi otak. Anak-anak e-sport itu cerdas-cerdas juga. Hanya saja, perlu ada pembinaan dari sisi emosional, sosial, dan lainnya,” tuturnya.
Selain itu, ia menilai bahwa geliat e-sport dan kegiatan permainan edukatif dapat menjadi peluang dalam mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Yogyakarta.
"Ini juga kita lihat sebagai peluang untuk pertumbuhan ekonomi. Wisatawan itu kan banyak caranya, tidak hanya event musik atau kegiatan seni. Untuk anak-anak, kita juga perlu wadah kegiatan yang kreatif seperti ini," jelas Cesaria.
Baca juga: Wali Murid SD Nglarang Tagih Janji Pemerintah Imbas Terdampak Tol Yogya - Solo
Oleh karena itu, ia berharap kegiatan bertema e-sport dan permainan edukatif dapat menjadi ruang positif bagi generasi muda sekaligus mendukung sektor pariwisata kota.
"E-sport itu tetap baik karena bisa menstimulasi otak, tapi perlu didampingi pembinaan dari sisi emosional dan sosialnya juga,” pungkas Cesaria.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Dan Wawancara Langsung