Rabu, 15 OKTOBER 2025 • 14:50 WIB

Walikota Beri 3 Mandat ke OPD untuk Atasi Masalah Eks Parkir ABA Malioboro Dalam Pekan Ini Termasuk Marak Parkir Liar, Warga Masih Merasa Dirugikan

Author

Audiensi warga eks Parkir ABA Malioboro di balaikota Yogyakarta, Rabu (15/10/2025) (Olivia Rianjani)

JOGJA - Warga eks Parkir Abu Bakar Ali (ABA) kembali menyuarakan keluhan mereka kepada Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, dalam audiensi yang digelar pada Open House rutin setiap hari Rabu. Mereka menilai pemerintah kota belum tegas menertibkan kawasan Sumbu Filosofi, khususnya di jalur Tugu hingga ke selatan, yang masih dilalui bus-bus besar dan menyebabkan kerugian bagi mereka yang telah direlokasi ke kawasan Menara Kopi.

Ketua Paguyuban Warga ABA Yogyakarta, Agil Haryanto, mengatakan kondisi tersebut terjadi karena tidak adanya ketegasan dari Pemkot. Padahal, sebelumnya sudah ada kesepakatan bahwa kawasan Sumbu Filosofi tidak boleh dilalui kendaraan besar.

Kami ini tidak mau membebani Pak Wali. Tapi kalau Pemkot tidak segera ambil tindakan, ya keadaannya akan seperti ini terus. Kami butuh ketegasan supaya kawasan Tugu ke selatan itu tidak dilalui kendaraan besar. Ini kan sudah janji dulu waktu kami direlokasi,” ujar Agil dalam audiensi tersebut, pada Rabu (15/10/2025).

Agil menambahkan, pihaknya sudah berupaya berkomunikasi dengan berbagai pihak, termasuk Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), agar jalur bus wisata bisa dialihkan ke Menara Kopi. Namun karena belum ada langkah konkret di lapangan, para eks juru parkir merasa terdesak dan kehilangan mata pencaharian selama berbulan-bulan.

Kami sudah lima bulan tidak bekerja. Kami hanya berharap Pemkot bisa bantu memenuhi kebutuhan sehari-hari kami. Kalau tidak segera ditata, kami mohon izin untuk kembali berjualan di sekitar Pos Gumaton,” ucap Agil.

Baca juga: Seminar Astechnova 2025 di Yogya, Retno Marsudi Ajak Dunia Bersatu Antisipasi Krisis Air Hingga Energi

Menanggapi hal itu, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyebut telah memberikan tiga mandat kepada dinas terkait untuk menindaklanjuti persoalan tersebut. Pertama, mengalihkan jalur bus besar agar tidak lagi melewati kawasan Tugu hingga Malioboro. Kedua, menyediakan halte Trans Jogja di depan Menara Kopi agar wisatawan dapat langsung melanjutkan perjalanan tanpa berjalan jauh. Ketiga, membangun zebra cross di bawah rel Kleringan untuk memudahkan penyeberangan menuju Malioboro.

Saya sudah perintahkan Kepala Dinas dan kasih tenggat waktu sebelum hari jadi kota. Mereka sanggup menyelesaikan tiga permintaan saya dalam minggu ini. Hari Minggu nanti saya akan turun langsung mengecek di lapangan,” kata Hasto.

Ia juga menegaskan bahwa langkah pengalihan arus akan dimulai dari arah timur, sebelum kemudian membahas jalur dari arah barat yang dinilai lebih kompleks karena banyak hotel dan aktivitas pariwisata. Menurut Hasto, larangan kendaraan besar melintasi kawasan bersejarah Sumbu Filosofi ini sesuai arahan Ngarsa Dalem yakni Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X.

Sebelum hari Minggu, arus dari timur sudah saya alihkan supaya bus tidak melintasi Tugu. Untuk yang dari barat masih perlu koordinasi dengan Satlantas dan pihak hotel,” jelas Hasto.

Baca juga: HUT Kota Yogya ke-269, Pameran Rangkaian Bunga IPBI DIY Hiasi Stasiun Tugu

Hasto juga menyampaikan akan meninjau langsung kondisi di Menara Kopi bersama warga pada hari Minggu pukul 09.00, sekaligus memastikan halte Trans Jogja dan penyeberangan sudah terealisasi.

Kita ketemu di Menara Kopi, sambil saya lihat apakah haltenya sudah dipasang dan penyebrangannya sudah jadi. Kita cari solusi bersama,” tandas Hasto.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU