Selasa, 30 SEPTEMBER 2025 • 15:20 WIB

Bersaing 150 Peserta, Mahasiswa Akuntansi UAJY Terpilih Jadi Dimas Bantul 2025

Author

Albertus Zico Novafiano Sugirianto, mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) angkatan 2023. (Istimewa)

JOGJA - Albertus Zico Novafiano Sugirianto, mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) angkatan 2023, berhasil menyabet gelar Dimas Bantul 2025 dalam ajang Pemilihan Dimas Diajeng Bantul yang digelar oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul bekerja sama dengan Ikatan Duta Wisata (IDWP).

Malam Grand Final berlangsung meriah pada 11 September 2025 lalu. Kompetisi dua tahunan ini dikenal sebagai ajang prestisius untuk mencari sosok generasi muda yang siap menjadi wajah dan duta promosi pariwisata serta kebudayaan Bantul.

Albertus sukses menyingkirkan lebih dari 100 peserta lainnya setelah melalui proses seleksi ketat selama hampir dua bulan. Dari total 150 pendaftar, terpilih 30 finalis yang terdiri dari 15 calon Dimas dan 15 calon Diajeng.

Mereka menjalani berbagai tahapan penilaian, mulai dari ujian tertulis, wawancara, public speaking, hingga personal branding. Menurut Albertus, proses karantina juga menjadi momen penting untuk belajar dan berkembang.

Penilaian tidak hanya soal penampilan, tapi juga bagaimana kami memahami budaya dan pariwisata, serta menunjukkan sikap dan karakter. Banyak hal yang kami pelajari selama masa karantina,” ujar Albertus, Selasa (30/9/2025).

Baca juga: Pelajar Yogya Tertipu Teman Dari Aplikasi Online, Motor PCX Dijual Rp 4 Juta

Mengusung tema “Setio ing Budi, Wijaksono ing Bumi, Gumregah ing Projotamansari,” ajang ini juga menekankan pentingnya kepedulian terhadap isu sosial dan lingkungan dalam kerangka pariwisata berkelanjutan. Albertus mengaku tidak menyangka bisa menjadi pemenang, mengingat latar belakang akademisnya yang jauh dari dunia pariwisata.

Sebagai mahasiswa akuntansi, saya benar-benar mulai dari nol. Saya harus banyak belajar tentang pariwisata dan budaya. Selain itu, mengatur waktu di tengah jadwal kuliah dan rangkaian kegiatan pemilihan juga jadi tantangan besar,” ungkapnya.

Meski terkejut dengan hasil akhir, Albertus menyadari bahwa gelar ini membawa tanggung jawab besar. Ia berkomitmen untuk tidak hanya menjadi simbol, tapi juga agen perubahan yang aktif dalam pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata Bantul.

"Ini bukan sekadar gelar, tapi sebuah amanah. Saya ingin berkontribusi nyata, tidak hanya tampil di depan, tapi juga bekerja di balik layar untuk memajukan pariwisata daerah,” tegasnya.

Baca juga: UAJY Rayakan Dies Natalis ke-60, Teguhkan Komitmen untuk Indonesia Maju

Ke depan, Albertus bersama para finalis terpilih akan mewakili Kabupaten Bantul dalam Pemilihan Dimas Diajeng tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang dijadwalkan berlangsung hingga akhir Oktober mendatang. Pencapaian ini, menurutnya, adalah bukti bahwa keberanian mencoba hal baru dan kerja keras bisa membuka pintu ke peluang tak terduga.

Saya berharap pengalaman ini bisa menginspirasi anak-anak muda lainnya untuk berani keluar dari zona nyaman. Kuliah itu penting, tapi kita juga harus terbuka terhadap pengalaman baru yang bisa memperkaya diri,” pesannya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Di Grup WA

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU