Selasa, 23 SEPTEMBER 2025 • 11:40 WIB

Peluang Karier Dokter Hewan Makin Terbuka Lebar, Alumni FKH UGM Ungkap Pengalaman di Berbagai Bidang

Author

Acara Eksplorasi Dunia Kerja Dokter Hewan: Prospek dan Peluang Karier” yang digelar di Auditorium Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM, belum lama ini. (Istimewa (via e-mail))

JOGJA - Peluang kerja bagi lulusan dokter hewan di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Minimnya jumlah perguruan tinggi yang meluluskan dokter hewan menjadi faktor yang membuat profesi ini semakin dicari di berbagai sektor, mulai dari klinik hewan, industri peternakan, hingga lembaga pemerintahan seperti balai karantina dan institusi TNI/Polri.

Hal ini mengemuka dalam acara sharing session bertajuk “Eksplorasi Dunia Kerja Dokter Hewan: Prospek dan Peluang Karier” yang digelar di Auditorium Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM, belum lama ini.

Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama dan Alumni FKH UGM, Prof. Dr. drh. Aris Haryanto, mengatakan bahwa dunia kerja sangat terbuka bagi para dokter hewan. Untuk itu, pengalaman alumni sangat berharga dalam memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa.

Lulusan dokter hewan memiliki peluang karier yang sangat besar. Karenanya, pengalaman para alumni sangat diperlukan untuk berbagi pengalaman, mulai dari karantina, medik veteriner di daerah, balai veteriner, bahkan kepolisian,” ujarnya.

Salah satu alumni senior, drh. Longgo Wibisono Kusuma (Gamavet 1975), mendorong mahasiswa agar tidak ragu meniti karier di sektor swasta, khususnya industri unggas. Menurutnya, peran dokter hewan sangat strategis dalam proses karantina, diagnostik, hingga manajemen kesehatan hewan.

"Dunia unggas membutuhkan keahlian dokter hewan dalam hal karantina, diagnostik, urusan pakan, hingga manajemen kesehatan hewan,” kata Longgo.

Baca juga: Layani 2 X 24 Jam, Walikota Yogya Hasto Uji Coba Layanan Jemput Sampah "TRC Mas JOS"

Sesi dilanjutkan dengan kehadiran lima alumni Gamavet angkatan 2000 yang kini aktif di berbagai bidang profesi. Di antaranya, Dr. drh. Joko Susilo, M.Sc., A.P. Vet., yang kini berkarier sebagai peneliti dan medik veteriner di Balai Veteriner Lampung.

Ia memaparkan pengalaman menangani hewan besar, seperti sapi dan kambing.

Tugas saya tidak hanya sebatas diagnosis. Setiap hari, saya berhadapan langsung dengan beragam kasus penyakit pada hewan besar, terutama sapi dan kambing,” jelas Joko.

Ia juga aktif memberikan pelatihan kepada para peternak di lapangan. Dari Kalimantan Selatan, drh. Isrokal, dokter hewan karantina, menekankan pentingnya menjaga kualitas hewan yang masuk dan keluar wilayah Indonesia. Ia mengatakan, dokter hewan karantina harus bekerja ekstra dalam memastikan hewan bebas penyakit dan tidak termasuk kategori satwa dilindungi.

Kami harus siap dimutasi ke berbagai daerah dan bekerja 24 jam, tak terkecuali laki-laki atau perempuan,” katanya.

Baca juga: Alasan Pemkot Yogya Tak Gelar WJNC Pada Oktober 2025

Sementara itu, sudut pandang berbeda datang dari Kompol drh. Adi Purnomo, dokter hewan yang berkarier di kepolisian. Ia menjelaskan peran unik sebagai dokter hewan di satuan Polisi Satwa, yang bertanggung jawab terhadap kesehatan turangga (kuda) dan anjing pelacak (K9).

Bagi yang berminat bergabung, maka harus dipersiapkan fisiknya, selesaikan koas, persiapkan dokumen sejak SD, dan pantau web pendaftaran SIPSS,” terang Adi.

Perempuan juga punya peluang besar di dunia kedokteran hewan. Hal ini diungkapkan oleh drh. Eka Oktarianti, M.Sc., medik veteriner di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat. Ia membahas tantangan mobilitas kerja serta pentingnya menjaga keseimbangan antara karier dan peran domestik.

Menutup sesi, drh. Nurhidayatullah, MH., M.VPH., dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Barat, memaparkan tantangan sebagai ASN di daerah, mulai dari kondisi infrastruktur hingga peluang untuk tetap berinovasi di lingkup pemerintahan. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Melalui E-mail

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU