Rabu, 27 AGUSTUS 2025 • 17:25 WIB

Soroti Maraknya Serangan Siber Judi Daring, Pakar UGM Ingatkan Pentingnya Perawatan Sistem

Author

Sistem keamanan siber (Istimewa (via e-mail))

JOGJA - Serangan siber yang bermuatan judi daring terus menjadi ancaman serius, terutama bagi laman-laman instansi pemerintah. Kondisi ini dinilai bukan sekadar gangguan teknis, melainkan sudah mengarah pada persoalan sistemik yang melibatkan motif ekonomi di baliknya. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat, rata-rata terdapat 1,25 miliar anomali trafik internet setiap tahunnya.

Tingginya angka tersebut mendorong BSSN bersama Kementerian Dalam Negeri untuk membentuk Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) sebagai respon atas masifnya potensi gangguan keamanan siber nasional.

Menanggapi fenomena ini, Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Ridi Ferdiana, menyebut serangan siber yang berkelindan dengan judi online (judol) merupakan bagian dari ekosistem digital yang memang dirancang sedemikian rupa untuk mendistribusikan konten ilegal.

“Serangan-serangan siber yang terkait dengan kehadiran banyaknya judi-judi online itu ya tidak lebih tidak kurang karena memang secara ekosistem didesain untuk seperti itu,” kata Ridi, pada Rabu (27/8/2025).

Baca juga: Pakar UGM Dukung Rencana Pemerintah Siapkan 1,3 Juta Kursi PPPK, Tapi...

Menurutnya, motif ekonomi menjadi pendorong utama serangan siber semacam ini. Di satu sisi ada pihak yang diuntungkan, sementara di sisi lain ada yang dirugikan. Selama ada permintaan (demand), maka suplai konten ilegal seperti judi daring akan terus muncul.

Ridi juga menyoroti lemahnya aspek perawatan sistem digital milik institusi, baik pemerintah maupun swasta. Ia menyebut bahwa sistem yang aman hari ini belum tentu aman di kemudian hari jika tidak dirawat dan diperbarui secara berkala.

Banyak sistem dikembangkan lalu dioperasionalkan, tapi kemudian lupa dirawat. Padahal dari sudut pandang rekayasa perangkat lunak, aspek maintenance itu kunci agar tidak dimanfaatkan celah keamanannya,” tegasnya.

Kendati demikian, ia kembali mengingatkan pentingnya penerapan standar secure coding, yakni praktik menulis kode dengan memperhatikan aspek keamanan. Namun, hal ini menurutnya memerlukan pertimbangan tersendiri karena menyangkut keseimbangan antara keamanan dan kenyamanan pengguna.

Menyeimbangkan antara keamanan dan kenyamanan itu juga satu agenda tersendiri,” ujarnya.

Baca juga: Di Acara Forum Smart City Nasional di Yogya, Dirjen Komdigi Minta Maaf Distribusi Digital Masih Terfokus di Pulau Jawa

Selain itu, Ridi mendorong semua pemilik sistem, khususnya instansi pemerintah, untuk memiliki komitmen dalam merawat sistem yang mereka kelola. Setidaknya, kata dia, perawatan meliputi pembaruan platform agar lebih aman, penyesuaian terhadap kebutuhan pengguna, serta adaptasi terhadap perkembangan zaman dan teknologi.

Komitmen untuk merawat itu yang harus ditumbuhkan supaya kejadian cyber security ini bisa diminimalisir,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Melalui E-mail

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU