Rabu, 27 AGUSTUS 2025 • 16:40 WIB

Hasto Wardoyo Beberkan Langkah Pemkot Yogya Atasi Kebocoran Data Digital

Author

Acara Smart City Business Matchmaking, Rapat Koordinasi Nasional Dinas Kominfo, dan Forum Smart City Nasional di Hotel Tentrem, Yogyakarta, Rabu (27/8/2025). (Olivia Rianjani)

JOGJA - Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menekankan pentingnya penyelenggaraan pemerintahan berbasis elektronik (e-government) untuk mencapai dua tujuan utama, yaitu layanan publik yang prima dan integrasi data antarlembaga. Hal itu ia sampaikan dalam acara Smart City Business Matchmaking, Rapat Koordinasi Nasional Dinas Kominfo, dan Forum Smart City Nasional, yang digelar di Hotel Tentrem, Yogyakarta, Rabu (27/8/2025).

Menurut Hasto, transformasi digital pemerintahan harus mampu memberikan dampak langsung kepada masyarakat, khususnya melalui peningkatan kualitas layanan publik yang mudah diakses.

Yang pertama adalah untuk service excellent, seperti yang dilakukan Jogja Smart Service yang bisa mempercepat layanan dan kemudian juga mudah diakses dari daerah-daerah yang ya katakanlah remote area yang ada di sudut-sudut kota,” ujar Hasto saat ditemui usai acara.

Selain pelayanan, lanjut Hasto, hal lain yang sangat krusial dalam digitalisasi pemerintahan adalah integrasi data lintas sektor. Ia menyebut bahwa selama ini ego sektoral masih menjadi hambatan utama dalam membangun sistem data yang terintegrasi, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Digitalisasi ini juga harus bisa mengintegrasikan data. Itu yang paling penting yang sering selama ini sulit karena egoisme sektoral masing-masing unit kerja, mulai dari pusat sampai daerah,” jelasnya.

Baca juga: Sekitar 45 Persen Program PKH Tidak Tepat Sasaran, Komdigi Percepat Integrasi Satu Pintu Data Nasional

Lebih lanjut, mantan Bupati Kulon Progo itu mengungkapkan bahwa Pemda DIY bersama BPS telah mulai membangun sistem informasi berbasis sensus atau Census Based Data System (CBDS). Dalam sistem ini, pengumpulan data dilakukan dari tingkat RT hingga SKPD sebagai back end, kemudian data diolah di tingkat kota melalui forum data dan dikelola oleh wali data, sebelum disajikan dalam bentuk dashboard di front end.

Oleh karena itu, Hasto menekankan pentingnya penyaringan data sebelum ditampilkan di publik untuk menghindari kebocoran informasi pribadi yang dapat merugikan warga.

Supaya dashboard ini selektif betul, data yang di front end itu harus terskrining. Kita juga tentu ada pengalaman-pengalaman diprotes oleh warga karena gara-gara rahasia data yang sebetulnya privasi tapi diketahui orang lain. Itu kan pengalaman-pengalaman pahit yang jadi warning,” tuturnya.

Baca juga: Respons Wali Kota Yogya Hasto Wardoyo soal Pro Kontra "Beautifikasi" Stasiun Lempuyangan

Hasto berharap Kemenkomdigi khususnya Direktorat Jenderal Teknologi Pemerintahan Digital, dapat menjadi jembatan dalam membangun sistem terpadu seperti yang selama ini diimpikan. Serta berharap ke depan, manajemen data dapat semakin baik dengan dukungan dari kementerian terkait, guna menciptakan ekosistem digital pemerintahan yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Saya berharap dari Kementerian Digital ini bisa menjembatani ketika kita ingin membuat one and single website seperti yang kita cita-citakan bersama,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Doorstop

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU