Semarak HUT RI Ke - 80 : Keseruan Wabup Gunungkidul Bersama Ribuan Warga Meriahkan Karnaval Budaya
JOGJA - Suasana semarak membanjiri Kapanewon Panggang, Gunungkidul, saat ribuan warga memadati jalanan untuk menyaksikan karnaval budaya dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Rabu (20/8/2025).
Karnaval ini diikuti oleh tujuh kalurahan di wilayah Panggang dan dipimpin langsung oleh Panewu Panggang, Tauviq Nur Hidayat. Ribuan peserta tampil mengenakan kostum tradisional dan menyuguhkan berbagai atraksi seni budaya khas daerah. Acara pelepasan peserta dilakukan secara resmi oleh Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto.
Dalam sambutannya, Joko menyampaikan apresiasi tinggi terhadap partisipasi masyarakat dan penyelenggara acara yang telah mempersiapkan kegiatan dengan antusias.
“Kirab Seni Budaya ini bukan sekadar pawai atau pertunjukan. Ini adalah wujud kecintaan kita kepada tanah air melalui kekayaan budaya yang kita miliki. Setiap gerak tari, setiap irama tetabuhan, dan kostum tradisional adalah bentuk perlawanan terhadap lupa dan upaya untuk menjaga jati diri bangsa,” ujarnya.
Baca juga: Wabup Gunungkidul Lepas Kontingen 58 Atlet PEPARDA IV DIY 2025, Targetkan 15 Emas
Ia juga menekankan pentingnya pelestarian budaya sebagai bagian dari pembentukan karakter bangsa, terutama di kalangan generasi muda.
"Nilai-nilai luhur seperti gotong royong, kesopanan, keberanian, dan kebersamaan harus terus ditanamkan. Jangan hanya melestarikan bentuk seni luarnya, tapi juga makna di dalamnya,” tegas Joko.
Penampilan tersebut dimulai dari tarian tradisional, pertunjukan musik lokal, hingga pawai kostum khas nusantara, sukses menarik perhatian penonton dari berbagai usia. Jalan-jalan utama di wilayah Panggang pun dipadati warga sejak pagi hari.
Panewu Panggang, Tauviq Nur Hidayat, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari agenda tahunan yang digelar untuk memupuk semangat kebangsaan dan menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal.
“Kami ingin menjadikan momen peringatan kemerdekaan sebagai ruang ekspresi budaya sekaligus sarana mempererat kebersamaan antarwarga,” kata Tauviq.
Perayaan ini sekaligus menjadi bukti nyata semangat gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat.
"Antusiasme warga dalam mengikuti dan menyukseskan karnaval budaya tersebut memperkokoh rasa persatuan menjelang perayaan 80 tahun Indonesia merdeka," pungkas Tauviq.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Keterangan Pers