Isu Keterlambatan Ijazah Wisudawan UNY Periode Februari 2025, Surat Keterangan Lulus Jadi Solusi Sementara
JOGJA - Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) masih terus berupaya menuntaskan persoalan keterlambatan penerbitan ijazah bagi para mahasiswanya yang telah menyelesaikan studi pada tahun 2025, khususnya untuk wisudawan periode Februari dan Mei.
Menanggapi hal itu, Rektor UNY, Prof. Sumaryanto, menegaskan bahwa pihak kampus tidak berpangku tangan, melainkan terus bekerja keras menyelesaikan masalah tersebut, termasuk dengan menggelar rapat koordinasi lintas unit belum lama ini.
“InsyaAllah UNY tetap bekerja keras. Kami mengundang WR Akademik yang baru bersama yang lama, Direktur Akademik, Kabag, teman-teman IT. Tujuannya untuk mengakselerasi, mempercepat proses ini karena yang sekarang belum optimal. Ini sudah pertemuan kesekian kalinya,” kata Prof. Sumaryanto, saat dikonfirmasi pada Senin (11/8/2025).
Terkait keterlambatan ini, kata Prof Sumaryanto, dipicu oleh beberapa faktor, terutama akibat adanya revitalisasi dan transisi kurikulum, yang dilakukan UNY dalam beberapa tahun terakhir. Proses sinkronisasi data akademik dari sistem lama ke sistem baru membutuhkan penyesuaian, baik secara internal maupun dengan sistem nasional seperti Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).
“Konsekuensi dari kurikulum awal ke baru itu ada transisi. Sehingga itu butuh sinkronisasi, tidak hanya intern UNY tapi juga dengan PDDikti pusat. Apalagi jumlah mahasiswa yang akan diwisuda juga jauh lebih banyak. Kami harus koordinasi dengan Jakarta karena ada transisi juga di kementerian,” jelasnya.
Sebagai solusi sementara, UNY telah mengambil kebijakan mempercepat yudisium meski ijazah belum dapat langsung diterbitkan. Mahasiswa diberikan Surat Keterangan Lulus (SKL) agar tetap bisa melanjutkan studi atau melamar pekerjaan.
“Kami lebih memilih yudisium dulu supaya adik-adik mahasiswa statusnya sudah lulus. Ibaratnya pernikahan itu yudisium, resepsinya wisuda. Tapi kalau kami menunggu ijazah jadi dulu, akan bottleneck. Masa studi tambah lama, SPP juga tambah. Jadi, kami memilih percepat yudisium dulu,” ujarnya.
Meski diakui bahwa ada beberapa instansi atau perguruan tinggi yang masih mensyaratkan ijazah untuk pendaftaran, Prof. Sumaryanto berharap para lulusan dan masyarakat dapat memahami situasi ini. Ia memastikan UNY tidak tinggal diam.
“Percayalah, kami tidak berpangku tangan. Mohon maaf karena keterlambatan ini, tapi kami tetap all out mengurus ijazah. Saya bahkan ingin ke depan ada sistem yang memungkinkan alumni tahu sudah sampai mana proses pengurusan ijazahnya,” ujarnya.
UNY juga tetap memberikan berbagai kemudahan bagi mahasiswa, termasuk penundaan pembayaran SPP hingga pengajuan bantuan, agar proses pendidikan mereka tidak terhambat.
"Kemarin saja kami mundurkan satu minggu bayar SPP karena ternyata beberapa mahasiswa kami belum mampu bayar. Lebih dari 10 mahasiswa setiap hari mengajukan bantuan atau penundaan, dan pasti kami bantu sesuai kemampuan,” imbuhnya.
Prof Sumaryanto juga menyatakan akan mengembangkan sistem transparansi agar alumni bisa mengetahui perkembangan proses pengurusan ijazah mereka secara online.
"Bahkan kedepan saya ingin membuat sistem bahwa alumni atau yang yudisium itu tahu perjalanan ngurus ijazah itu sudah sampai mana," tambahnya.
Sementara menanggapi pertanyaan soal PIN dan sinkronisasi data PDDikti, ia menjelaskan bahwa hal tersebut adalah proses dari pihak pusat, bukan kampus.
“Kalau sudah turun dari Jakarta, kami langsung cetak ijazah,” tandas Sumaryanto.
Baca juga: Cerita Hasan Baidhowi, Lulusan SMAN 8 Malang Raih Skor UTBK Tertinggi di UNY 2025
Tegaskan Ijazah Segera Keluar
Dihubungi terpisah, Wakil Rektor Bidang Akademik UNY, Prof. Nur Hidayanto Pancoro Setyo Putro, menyampaikan bahwa hingga Selasa (12/8), sekitar 2.260 mahasiswa telah diset lulus oleh sistem kampus dan sedang dalam proses sinkronisasi dengan PDDikti dan penarikan PIN ijazah (PSIN).
“Ternyata jalurnya baru lancar kalau agak malam atau tengah malam. Malam ini, insyaAllah 2.260 ini semoga bisa diproses PSIN-nya. Tinggal tunggu koneksi servernya stabil karena kalau siang overload. Tim lain sedang mengecek sekitar 1.600-an mahasiswa untuk disiapkan bisa diset lulusnya setelah ini,” jelas Prof. Nur Hidayanto, saat dikonfirmasi pada Selasa (12/8/2025).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung