Jumat, 08 AGUSTUS 2025 • 16:40 WIB

Dukung Program Kali Bersih Oleh Pemkot Yogya, Sultan HB X Sebut Kebersihan Tergantung Aliran Sungai Bantul dan Sleman

Author

Gubernur DIY Sri Sultan HB X bersama dengan Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, dan Wakil Wali Kota di Balai Kota Yogyakarta, Kamis (7/8/2025). (Olivia Rianjani)

JOGJA - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X (HB X), menyatakan dukungannya terhadap rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta untuk melakukan revitalisasi tiga sungai utama melalui program “Kali Bersih.” Tiga sungai yang menjadi fokus program ini adalah Kali Code, Kali Winongo, dan Kali Gajah Wong.

Dukungan tersebut disampaikan Sultan usai bertemu dengan Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, dan Wakil Wali Kota di Balai Kota Yogyakarta, Kamis (7/8/2025). Dalam pertemuan itu, Sultan menegaskan pentingnya sinergi antar wilayah dalam menjaga kebersihan sungai, mengingat aliran air di sungai tersebut tidak hanya melintasi Kota Yogyakarta, tetapi juga daerah tetangga seperti Sleman dan Bantul.

Program kali bersih ini tidak bisa hanya dijalankan oleh Kota Yogyakarta saja. Kebersihan sungai juga sangat bergantung pada aliran dari Sleman dan berakhir di Bantul. Oleh karena itu, kami berkomitmen membantu Pemkot Yogyakarta untuk berkoordinasi dengan Sleman dan Bantul agar terwujud kolaborasi yang efektif,” ujar Sri Sultan.

Baca juga: Tuai Penolakan dari Warga, Begini Respon Sultan HB X Soal Pantai Sanglen Akan Ada Pembangunan Obyek Wisata Oleh Investor di Pantai Sanglen

Selain itu, Sri Sultan juga menekankan bahwa program ini harus mencakup kawasan permukiman di sekitar sungai. Ia berharap sungai tidak hanya berfungsi sebagai ekosistem alami, tetapi juga menjadi ruang publik yang mendukung aktivitas wisata dan ekonomi masyarakat sekitar.

Kita harus melibatkan warga yang tinggal di sepanjang sungai agar mereka turut menjaga lingkungan dan sekaligus bisa merasakan manfaat ekonomi, misalnya sebagai tempat rekreasi atau kegiatan lainnya,” jelas Sultan.

Ngarsa Dalem menambahkan, dalam pengembangan kawasan sekitar sungai perlu diatur pula akses jalan dan infrastrukturnya agar tidak merusak kondisi lingkungan sekitar. Untuk itu, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan tim teknis dan pemerintah provinsi demi menyelaraskan visi program ini. 

"Tentu ini perlu pembahasan lebih lanjut bersama tim teknis dan pemerintah provinsi, supaya program ini bisa direalisasikan dengan visi yang sama,” tandas Raja Keraton Yogyakarta tersebut.

Menanggapi dukungan tersebut, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyampaikan bahwa pihaknya telah membentuk unit kerja khusus yang menangani pengelolaan sampah dan kondisi sungai. Pembersihan akan dimulai pertengahan Agustus, dengan prioritas pertama di Kali Code.

Atas arahan Ngarsa Dalem, kami juga menggandeng pemerintah pusat untuk menurunkan alat berat guna membersihkan sedimen dan sampah yang sudah menumpuk bertahun-tahun karena tidak pernah dilakukan normalisasi,” ujar Hasto.

Baca juga: Kata Bank Indonesia dan Sultan HB X Dalam Peluncuran QRIS Tap Sektor Transportasi di Yogya Hari Ini

Menurutnya, revitalisasi sungai ini tidak hanya untuk memperbaiki estetika, tetapi juga sebagai langkah penting dalam mitigasi bencana banjir. Selain itu, Hasto berkomitmen untuk memberdayakan lingkungan sekitar agar sungai dapat dimanfaatkan sebagai destinasi wisata yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Kami berharap, sesuai arahan Ngarsa Dalem, kawasan sungai ini tidak hanya bersih tapi juga bisa mendukung perekonomian warga sekitar lewat pariwisata,” pungkas mantan Bupati Kulon Progo ini. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU