Senin, 04 AGUSTUS 2025 • 17:55 WIB

Paduan Suara Mahasiswa UNY Raih Tiga Penghargaan di Kompetisi Paduan Suara Internasional di Taipei

Author

Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Swara Wadhana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) saat hadiri Taipei International Choral Competition (TICC) 2025 yang berlangsung di Taipei, Taiwan. (Istimewa)

JOGJA - Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Swara Wadhana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kembali menorehkan prestasi di panggung internasional. Dalam ajang Taipei International Choral Competition (TICC) 2025 yang berlangsung di Taipei, Taiwan, tim ini sukses membawa pulang tiga penghargaan bergengsi. Berkompetisi dengan puluhan tim dari berbagai negara, Swara Wadhana tampil gemilang di bawah arahan pelatih sekaligus konduktor Lukas Gunawan Arga Rakasiwi.

Penampilan mereka memukau para juri dengan kualitas vokal dan musikalitas yang tinggi. Ketiga penghargaan yang berhasil diraih adalah sebagai berikut:

  • Juara 1 Kategori Ethnic/Traditional Music (C2) dengan skor 93,08 dan predikat Gold Award.
  • Runner-up Kategori Musica Sacra (C1) dengan skor 93,33 dan predikat Gold Award.
  • Best Performance of an A Cappella Work atas penampilan mereka saat membawakan karya
    "Dixit Dominus Domino Meo” oleh komponis Hungaria, Gyöngyösi Levente.

Menurut Arga, kemenangan di kategori Etnik menjadi salah satu pencapaian paling membanggakan karena mengangkat kekayaan budaya Indonesia ke panggung dunia.

Meraih Juara 1 di kategori Etnik adalah sebuah kebanggaan tersendiri. Ini bukti bahwa kekayaan budaya Indonesia bisa bersaing dan diakui secara global,” ujar Arga, Senin (4/8/2025).

Baca juga: Mulai Hari Ini, KA Pasundan Tampil Dengan Ekonomi New Generation, Tujuan Akhir Yogyakarta

Arga juga menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras tim yang telah menjalani latihan intensif sejak Februari 2025.

Kami sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian ini. Semua adalah buah dari kerja keras, disiplin, dan doa dari seluruh anggota tim, serta dukungan yang luar biasa dari pihak universitas dan semua yang telah membantu kami,” tuturnya.

Ia menambahkan, skor tinggi di kategori Musica Sacra dan penghargaan untuk penampilan a cappella membuktikan bahwa tim memiliki kedewasaan musikal yang tak kalah dari peserta internasional lainnya.

"Prestasi ini kami persembahkan untuk almamater, Universitas Negeri Yogyakarta, dan untuk Indonesia,” pungkasnya.

Dalam ajang tersebut, Swara Wadhana membawakan repertoar “Cor Mundum” dan “Dixit Dominus Domino Meo” di kategori Musica Sacra. Sementara di kategori Ethnic/Traditional Music, mereka menampilkan “Mana Lolo Banda”, “La Cucaracha”, dan “Nyai Undang”. Kompetisi per kategori diselenggarakan di Song Yi Hall, Universitas Soochow Taipei, sedangkan Grand Prix berlangsung di National Concert Hall Taipei. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Keterangan Pers

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU