Senin, 28 JULI 2025 • 12:30 WIB

Perkuat Layanan Gizi Masyarakat, UGM Lantik 33 Dietisien Baru

Author

33 dietisien baru di Auditorium FK-KMK UGM. (Istimewa)

JOGJA - Kebutuhan akan tenaga profesional di bidang gizi kian mendesak seiring meningkatnya tantangan kesehatan masyarakat. Menjawab hal tersebut, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM melalui Program Studi Pendidikan Profesi Dietisien kembali meluluskan 33 dietisien baru di Auditorium FK-KMK UGM belum lama ini. Para lulusan ini diharapkan dapat memperkuat pelayanan gizi klinik dan komunitas di berbagai lini sistem kesehatan nasional.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FKKMK UGM, dr. Ahmad Hamim Sadewa, menekankan bahwa para dietisien lulusan UGM harus mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat, sesuai dengan semangat universitas kerakyatan. Ia mengajak lulusan untuk lebih peka terhadap persoalan-persoalan gizi yang dihadapi masyarakat, termasuk masalah stunting yang hingga kini masih tinggi prevalensinya. Menurutnya, dietisien memiliki peran penting dalam edukasi gizi dan pemberdayaan masyarakat.

Khususnya masalah gizi masih banyak konten yang tidak sesuai dengan kaidah ilmiah sehingga literasi ini perlu selalu diperkuat dan diperbaiki,” tegasnya.

Kepala Program Studi Pendidikan Profesi Dietisien, Tony Arjuna, menyampaikan bahwa 33 lulusan kali ini menunjukkan performa akademik yang membanggakan dengan rata-rata indeks prestasi kumulatif (IPK) mencapai 3,7.

Baca juga: Minim SDM yang ke UGM, UGM Siapkan Jalur Khusus untuk Mahasiswa Papua

Tidak hanya itu, para lulusan juga tergolong muda dengan usia rata-rata 25 tahun dan yang termuda berusia 23 tahun. Rata-rata masa studi yang ditempuh adalah 1 tahun 4 bulan, menandakan proses pendidikan yang efisien dan terarah. Ia berharap lulusan kali ini dapat menjadi pionir dalam memperkuat kualitas layanan gizi berbasis bukti ilmiah.

Dengan hari ini bertambah 33 dietisien, prodi ini telah meluluskan 345 dietisien,” ujarnya.

Sebagai alumni yang kini berkiprah di Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, Pratiwi Dinia Sari, turut memberikan pesan inspiratif kepada para dietisien baru. Ia menekankan pentingnya semangat belajar sepanjang hayat mengingat perkembangan ilmu gizi yang begitu cepat.

Selain itu, Pratiwi mengingatkan bahwa etika dan empati adalah fondasi penting dalam praktik profesi. Ia juga menekankan pentingnya kemampuan komunikasi dan kolaborasi sebagai kunci keberhasilan kerja tim.

Ilmu yang tinggi tidak berguna tanpa hati yang bijak,” ujarnya.

Sebagai perwakilan dietisien yang dilantik, Sifa Aulia Wicaksari, membagikan refleksi perjalanan pendidikannya yang membentuk karakter dan nilai-nilai profesionalisme. Menurutnya, proses menjadi dietisien bukan hanya tentang penguasaan teori, tetapi juga tentang kedisiplinan, kesabaran, kejujuran, dan empati.

Sifa yang juga meraih IPK tertinggi dalam pelantikan kali ini, mengajak rekan-rekannya untuk benar-benar hadir dalam sistem pelayanan kesehatan masyarakat.

"Kami erharap profesi dietisien dapat menjadi garda terdepan dalam mengawal kesehatan gizi berbasis pendekatan holistik dan humanis," ucapnya.

UGM berharap para dietisien yang dilantik dapat menjadi agen perubahan di bidang gizi dan kesehatan. Penambahan jumlah ahli gizi ini menjadi bagian dari kontribusi nyata UGM dalam memperkuat ketahanan kesehatan nasional, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan gizi yang berkualitas dan berbasis riset.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Keterangan Pers

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU