Cerita Perjuangan Maria Gadis Merauke yang Berhasil Dapat Beasiswa UKT 100 Persen Prodi Kedokteran UGM
JOGJA - Di tengah keterbatasan ekonomi dan hidup jauh dari orang tua, Maria Elisabeth Ponda (18), asal Merauke, Papua Selatan, membuktikan bahwa mimpi besar bisa dicapai siapa saja. Gadis yang akrab disapa Erlin ini resmi diterima di Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Keperawatan, dan Kesehatan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Tidak hanya lolos di salah satu prodi paling bergengsi di Indonesia, Erlin juga mendapat beasiswa Uang Kuliah Tunggal (UKT) 100 persen dari UGM, yang membebaskannya dari seluruh biaya pendidikan.
“Saya sampai tidak percaya. Setelah membuka pengumuman, rasanya seperti mimpi yang jadi nyata. Bahkan tekanan darah ayah saya yang sempat 200/190 langsung turun normal saat mendengar kabar saya diterima. Kami semua sangat bersyukur," ujar Erlin, Selasa (22/7/2025).
Tinggal Terpisah dari Orang Tua Sejak SMA Erlin adalah anak tunggal dari pasangan Albertus Dominikus Dei (48) dan Fereonika Sa (40). Ayahnya bekerja sebagai buruh harian di perusahaan sawit, sementara sang ibu adalah ibu rumah tangga. Karena pekerjaan ayahnya mengharuskan tinggal di Distrik Wasur yang berjarak sekitar 66 kilometer dari Kota Merauke, kedua orang tua Erlin tidak bisa menemaninya secara langsung selama ia sekolah.
“Ibu ikut menemani Ayah karena Ayah ada sakit darah tinggi dan harus dijaga. Jadi sejak SMA saya tinggal menumpang di rumah keluarga di Merauke, dan hidup sendiri,” tuturnya.
Meski hidup mandiri sejak SMA, Erlin tetap konsisten mencetak prestasi akademik. Ia selalu masuk peringkat 1 atau 2 besar selama tiga tahun di SMAN 1 Merauke, dengan nilai terbaik di pelajaran Biologi, Matematika, dan Agama.
Alasan Bercita-Cita Jadi Dokter Sejak Kecil
Sejak Kecil Keinginan Erlin menjadi dokter bukan semata pilihan karier, melainkan panggilan hati yang sudah tertanam sejak kecil. Ia masih mengingat betul bagaimana sang nenek, yang merawatnya hingga usia tiga tahun, meninggal karena tumor ganas tanpa perawatan medis yang layak akibat keterbatasan biaya.
“Sebelum meninggal, Nenek berpesan kepada orang tua saya agar saya disekolahkan tinggi-tinggi supaya bisa jadi dokter dan bantu orang yang tidak mampu bayar,” katanya dengan mata berkaca-kaca.
Sejak kelas 5 SD, Erlin sudah memantapkan hati untuk menjadi dokter dan menjadikan Universitas Gadjah Mada sebagai tujuan.
"Waktu itu saya pertama kali lihat nama UGM di buku tema SD. Siapa sangka sekarang saya benar-benar kuliah di FK-KMK UGM,” ucapnya.
Prestasi Erlin
Tak hanya unggul di akademik, Erlin juga aktif mengikuti berbagai lomba dan kegiatan organisasi, terutama Pramuka. Beberapa prestasi yang pernah diraihnya antara lain yakni Medali Emas Cendekia Pelajar Indonesia bidang Kedokteran SMA, Juara 1 Lomba Pengucapan Sumpah Pemuda, Juara 3 Pidato Pramuka, Juara Debat Bahasa Indonesia tingkat nasional mewakili Papua, Juara 2 Lomba Cipta dan Baca Puisi, Juara 3 Pidato Kebangsaan oleh LPP RRI Merauke.
Dari sejumlah kejuaraan tersebut, pihak sekolah menanggung seluruh biaya pendidikannya selama SMA. Sementara untuk biaya hidup, Erlin mengaku mengandalkan kiriman tidak tetap dari orang tuanya yang berpenghasilan sekitar dua juta rupiah per bulan.
"Tanpa beasiswa, saya rasa tidak mungkin bisa kuliah di luar Papua. Karena itu saya sangat berterima kasih kepada UGM yang sudah memberi saya kesempatan untuk kuliah gratis,” ungkapnya.
Harapan Orang Tua
Sementara itu. Fereonika Sa, ibu Erlin, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Ia berharap anaknya dapat menjadi dokter yang bertanggung jawab dan tulus melayani.
“Saya berharap semua yang anak saya dapat dari UGM bisa jadi bekal untuk dia ke depannya. Semoga dia bisa jadi dokter yang bertanggung jawab dan tulus menjalankan tugasnya,” ucap ibundanya penuh haru.
Senada, sang ayah, Albertus Dominikus Dei, juga menyampaikan terima kasih kepada UGM.
“Terima kasih telah membantu kami. Tidak ada biaya masuk, tidak ada pungutan. Kami tidak bisa membalas semua kebaikan ini,” ujar Albertus.
Diketahui saat ini, Erlin tengah mempersiapkan diri menyambut awal masa perkuliahan. Ia sadar akan banyak tantangan baru, mulai dari adaptasi hingga tekanan akademik. Namun semangatnya tak padam.
Baca juga: Prabowo Tawarkan Lahan Konservasi Gajah, Pakar UGM Soroti Hal Ini
“Saya ingin menjadi dokter yang bisa membantu banyak orang, terutama yang tidak mampu. Ini bukan hanya impian saya, tapi juga amanah dari nenek,” katanya.
Ia juga menitipkan pesan kepada siapa saja yang tengah berjuang menggapai mimpi, khususnya mereka yang berasal dari daerah terpencil atau keluarga sederhana.
“Jangan pernah takut untuk bermimpi dan mengejar pendidikan tinggi. Tidak ada yang mustahil kalau tujuannya baik dan tulus. Tuhan pasti buka jalan,” pungkas Erlin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Keterangan Pers