Rabu, 09 JULI 2025 • 15:20 WIB

Respon Kakak Ipar Soal Jenazah Diplomat Muda Arya Daru Ditemukan Meninggal Dunia Tak Wajar di Kostnya Jakarta, Jenazah Tiba di Yogya Hari Ini

Author

rumah duka diplomat Kementerian Luar Negeri sekaligus alumni UGM, Arya Daru Pangayunan, yang berlokasi di Jalan Munggur 6, Jomblang, Janti, Bantul, DIY, pada Selasa (9/7/2025)." data-author="Olivia Rianjani" data-credit="Olivia Rianjani" data-source="Liputan Langsung">Suasana rumah duka diplomat Kementerian Luar Negeri sekaligus alumni UGM, Arya Daru Pangayunan, yang berlokasi di Jalan Munggur 6, Jomblang, Janti, Bantul, DIY, pada Selasa (9/7/2025). (Olivia Rianjani)

JOGJA - Kabar duka datang dari dunia diplomasi Indonesia. Arya Daru Pangayunan, seorang ASN di Kementerian Luar Negeri RI, ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (7/7) lalu. Jenazah almarhum diberangkatkan dari Jakarta menuju Yogyakarta pagi ini, Selasa (9/7/2025), sekitar pukul 06.00 WIB, dengan pengawalan Patwal melalui jalur tol. 

Diperkirakan jenazah tiba di Yogyakarta sekitar pukul 15.00 WIB dan langsung dibawa ke rumah duka di kediaman mertuanya, Prof. Dr. Basu Swasta, di Jl. Munggur 6, Jomblang, Janti, Bantul, DIY.

Ditemui dirumah duka tersebut, kakak ipar almarhum, Meta Bagus, jenazah almarhum telah melewati wilayah Cikampek sekitar pukul 14.00 WIB dan saat ini tengah dalam perjalanan menuju Yogyakarta.

Setibanya di sini, kami akan menyemayamkan, mensalatkan, dan mendoakan bersama. Mohon teman-teman kirimkan Al-Fatihah untuk beliau,” ucapnya, Selasa (9/7/2025).

Meta Agus juga menyampaikan bahwa istri dan kedua putra almarhum turut dalam perjalanan dari Jakarta. Selama ini, keluarga Daru tinggal di Yogyakarta, sementara almarhum sering bolak-balik Jakarta-Yogyakarta untuk urusan pekerjaan maupun keluarga. Anak-anak almarhum kini duduk di bangku kelas 1 SMP dan kelas 4 SD.

Saya benar-benar syok. Kenangan saya tentang Daru hanya yang baik-baik. Dari kecil, dia itu pribadi menyenangkan, enggak pernah marah, selalu senyum meski sedang capek. Dia juga rendah hati dan cerdas, bahkan sempat menulis buku, bukunya sangat bagus,” lanjutnya.

Almarhum, kata Agus, dikenal sebagai pribadi yang tenang dan penuh semangat.  

Kalau capek, dia tetap senyum. Orangnya santai, tidak pernah menunjukkan emosi negatif,” kenangnya.

Baca juga: Libatkan Anak dibawah Umur, 10 Pelaku Tawuran Dua Geng di Kota Yogya diringkus Polisi : Belasan Orang DPO

Salah satu keluarga almarhum Arya Daru. (Olivia Rianjani) 
Terkait kejanggalan jenazah almarhum yang ditemukan dalam kondisi memprihatinkan di kamar kosnya, yakni kepala terlakban dan tubuh tertutup selimut. Keluarga tidak ingin berspekulasi. Namun, mereka berharap agar proses pengusutan berjalan dengan baik dan transparan.

Baca juga: Libatkan Anak dibawah Umur, 10 Pelaku Tawuran Dua Geng di Kota Yogya diringkus Polisi : Belasan Orang DPO

"Enggak ada apa-apa. Kalaupun tuh dia lagi capek pekerjaan atau apa gitu, dia tetep senyum gitu ya, senyum simpul gitu. Selebihnya selalu ketawa. Bagi saya practicaling, sepertinya kok enggak ada ya kalau masalah," ujarnya.

"Tapi, saya tidak berkomentar soal itu (yang kejanggalan). Intinya saya mohon ke teman-teman mohon tolong didoakan beliaunya, kalau ada salah kata ke teman-teman, salah perkataan, segala macam semuanya mohon dimaafkan. Semoga almarhum dilapangkan jalan segala sesuatunya," pungkas Agus.

Jenazah rencana akan disemayamkan di pemakaman umum (Sunten), sekitar 3 kilometer dari rumah duka.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU