Gara-Gara Telat 5 Menit, Seorang Driver Pengantar Makanan dianiaya Customer Asal Godean Sleman, Rumah Pelaku digeruduk Ojol, Mobil Polisi dirusak
JOGJA - Kasus penganiayaan terhadap driver Shopee Food dan kekasihnya oleh seorang customer di wilayah Sidoarum, Godean, Sleman, berujung ricuh. Insiden ini terjadi pada Kamis malam (4/7) hingga Jumat dini hari (5/7) dan berbuntut panjang dengan aksi massa driver ojek online (ojol) yang mendatangi rumah pelaku dan merusak fasilitas umum, termasuk mobil dinas polisi.
Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Agha Ari Septyan, mengungkapkan, kejadian bermula dari keterlambatan pengantaran pesanan makanan oleh driver Shopee Food. Berdasarkan keterangan polisi, pesanan yang terlambat sekitar lima menit itu memicu cekcok antara pelaku berinisial T yang mengaku sebagai orang pelayaran.
"Terjadi cekcok yang akhirnya menyebabkan pacar dari driver mengalami luka cakaran dan mengaku dijambak. Laporannya masuk ke Polresta Sleman pada Jumat dini hari sekitar pukul 02.00 WIB,” katanya kepada awak media, pada Sabtu (5/7/2025).
Keributan tersebut direkam oleh akun kekasih drivee tersebut di akun pribadi Tiktoknya dan langsung viral. Dalam video tersebut, terlihat kekasih sang driver melontarkan pembelaan yang memicu ketegangan dengan customer hingga terjadi kekerasan fisik.
Tak lama setelah kejadian, massa ojol dari berbagai mitra mendatangi rumah pelaku di Godean sebagai bentuk solidaritas. Namun, T telah diamanka ke Polsek Godean, sebelum akhirnya dibawa ke Polresta Sleman untuk menjalani pemeriksaan. Disana pelaku sempat merekam video permintaan maaf.
Baca juga: Wacana Rumah Subsidi Ukuran 18 Meter Persegi, Ini Kata Pakar UGM
"Intinya yang bersangkutan sudah menyampaikan permintaan maaf di depan perwakilan Shopee Food,” ujarnya.
Meski permintaan maaf telah disampaikan, situasi sempat kembali memanas. Massa ojol yang belum puas tetap mencoba mendatangi rumah pelaku. Polisi yang berjaga sempat menghadang massa, namun beberapa oknum justru melakukan aksi anarkis.
"Mobil dinas kami dirusak, diseret, digulingkan, kaca-kaca dan lampu trotoar bahkan dipukul dan dicopot. Jumlah massa diperkirakan mencapai 200–300 orang, meski tidak semuanya bertindak anarkis,” ungkapnya.
Polisi kini telah mengantongi sejumlah nama pelaku perusakan dari rekaman CCTV dan video warga. Proses hukum tengah berjalan, dan laporan tipe A untuk kasus perusakan telah dibuat.
"Kami sudah minta keterangan ke warga disana beserta toko-toko itu. Dan jugasudah minta CCTV-nya. Begitu pula rekamannya yang tadi pagi, kita sudah dapat mengantongi lah nama pelakunya," imbuhnya.
Hingga kini, pihak kepolisian masih memeriksa T dalam status saksi, sambil mendalami rekaman CCTV di lokasi kejadian untuk memastikan siapa pelaku penganiayaan terhadap driver dan pasangannya.
"Terhadap dua korban itu belum sempat kami periksa karena masih meminta waktu. Jadwal pemeriksaan dilakukan hari ini sekitar pukul 10.00 WIB," katanya.
Baca juga: Alasan untuk Keselamatan Berkendara di Jalan Raya, Pustral UGM Desak Pemerintah Terapkan Zero ODOL
Polisi mengimbau seluruh pihak, khususnya komunitas ojol, untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan anarkis atas nama solidaritas.
“Solidaritas itu penting, tapi tidak bisa dibenarkan jika diwujudkan dalam bentuk pelanggaran hukum. Kita akan proses sesuai prosedur,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung