13 dari 14 Warga Rumah Dinas Stasiun Lempuyangan Bersedia Bongkar Mandiri, Dapat Kompensasi dari KAI Paling Banyak Rp 141 Juta
JOGJA - Sebanyak 13 dari 14 kepala keluarga (KK) yang menempati rumah dinas milik PT KAI di sekitar Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta, telah menyatakan kesediaannya untuk melakukan pembongkaran secara mandiri.
Hal ini disampaikan, Ketua RW 01 Bausasran, yang juga merupakan salah satu penghuni rumah dinas tersebut. Anton mengatakan, bahwa proses pembongkaran sebagian besar sudah berjalan, bahkan beberapa bangunan sudah sepenuhnya dikosongkan.
"Seperti di sekitar rumah saya sebagian besar sudah dilakukan. Nomor 4 seng-sengnya sudah dilego. Tapi rencana tanggal 15 atau 25 itu 'dibedoli' semua," ujarnya, Rabu (3/7/2025).
Pembongkaran ini dilakukan secara mandiri oleh warga dengan bantuan kompensasi dari PT KAI. Untuk bangunan permanen diberikan uang bongkar sebesar Rp 250.000, sementara bangunan tidak permanen seperti lapak parkiran dari seng mendapat Rp 200.000.
"Itu dikasihkan dalam bentuk uang. Mau dibongkar sendiri atau tidak ya terserah, intinya begitu," katanya.
Dari 14 rumah tersebut, 13 sudah bersedia pindah dan membongkar sendiri bangunannya.
"Yang satu masih bertahan, yang paling pojok. Tapi yang lainnya, termasuk saya, sudah pindah dan mulai lakukan pengosongan," ucapnya.
Anton mengaku sudah menempati lokasi baru di kawasan Tamansiswa sejak 1 Juli lalu. Namun, karena sang istri masih beraktivitas di rumah lama lantaran menunggu izin praktek kedokteran gigi di lokasi baru.
"Saya kan sudah punya rumah, saya enggak nyewa tempat. Tapi, karena kebetulan istri saya kan dokter gigi. Nah dia praktek di Lempuyangan besok prakteknya pindah ke Tamansiswa, kalau saya sendiri kerjanya di Prudential," imbuhnya.
Warga yang bersedia pindah telah menerima kompensasi dari PT KAI dalam dua tahap. Tahap pertama sebesar 50 persen diberikan pada akhir Juni lalu, dan sisanya akan diterima saat serah terima kunci pada 31 Juli mendatang. Kompensasi yang diterima bervariasi tergantung luas dan jenis bangunan tambahan.
"Yang paling kecil dari KAI itu Rp21 juta, paling besar Rp 141 juta. Saya pribadi menerima Rp 100 juta. Dana ini digunakan untuk biaya relokasi dan pembangunan ulang tempat usaha saya," ujarnya.
Selain kompensasi dari PT KAI, warga juga menerima "bebungah" dari pihak Keraton Yogyakarta. Total bebungah yang diberikan sebesar Rp 750 juta, dibagi rata untuk 14 KK, sehingga masing-masing KK mendapatkan Rp 23 juta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung