Rabu, 02 JULI 2025 • 14:00 WIB

Tragedi Kecelakaan Laut Menimpa Mahasiswa UGM di Maluku Tenggara, Sekretaris Pengabdian Masyarakat Sebut Jadi Lokasi Favorit KKN : Sudah Tiga Kali

Author

Sekretaris Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Djarot Heru Santoso, saat ditemui pada Rabu (2/7/2025). (Olivia Rianjani)

JOGJA - Universitas Gadjah Mada (UGM) memastikan telah mengambil langkah-langkah cepat menindaklanjuti insiden tenggelamnya dua mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara, yang terjadi pada 1 Juli 2025 WIT. 

Dua mahasiswa tersebut merupakan bagian dari kelompok KKN-PPM UGM yang diberangkatkan ke wilayah tersebut sejak 22 Juni 2025. Total terdapat 28 mahasiswa UGM dan 5 mahasiswa Universitas Pattimura (UNPATI) yang tergabung dalam tim pengabdian di kecamatan tersebut.

Sekretaris Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Dr. Djarot Heru Santoso, M.Hum., menyampaikan bahwa pengabdian di wilayah Maluku Tenggara bukanlah kali pertama dilakukan UGM.

Kalau tidak tiga ya empat kali KKN dilakukan di kecamatan yang sama. Mungkin bergeser desanya, itu karena permintaan Pak Camat. Tapi masyarakat di sana sudah sangat mengenal program KKN UGM,” kata Djarot kepada wartawan usai konferensi pers di UGM, Rabu (2/7/2025).

Djarot juga menegaskan bahwa mahasiswa sudah diberi waktu penyesuaian selama tiga hari pertama, termasuk observasi dan pengenalan lingkungan.

Baca juga: UGM Berduka : Dua Mahasiswa UGM Meninggal Dunia dalam Kegiatan KKN di Maluku Tenggara, Wakil Rektor Arie : Kami Akan Lakukan Pendampingan Psikologis

"Mereka juga sudah terbiasa menggunakan transportasi laut karena itu memang jalan utama di sana. Antardusun memang harus naik perahu biasa,” ujarnya.

Kecelakaan tragis tersebut terjadi saat kedua mahasiswa sedang melakukan perjalanan menggunakan perahu sebagai bagian dari mobilitas kegiatan KKN di pulau tersebut. UGM memastikan telah menjalin komunikasi intensif dengan pihak keluarga korban sejak kejadian terjadi. Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Teknik langsung menghubungi keluarga setelah insiden tersebut, sementara jajaran pimpinan Fakultas Kehutanan juga telah berkoordinasi dengan pihak keluarga.

Tim dari Fakultas Teknik sudah sampai di Lombok untuk proses penjemputan jenazah. Sedangkan tim dari Fakultas Kehutanan sudah menuju Surabaya untuk selanjutnya membawa jenazah ke Bojonegoro,” jelas Djarot.

Baca juga: UGM Tindaklanjuti Kecelakaan Dua Mahasiswa KKN Tenggelam di Maluku Tenggara : Fokus Evaluasi

Djarot menambahkan, terdapat dua unit KKN diwilayah tersebut yakni satu unit KKN berada di Kecamatan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara, dan satu unit lainnya di Kota Tual yang berdekatan. Wilayah pengabdian ini dikenal sangat antusias menyambut mahasiswa KKN UGM.

"Kalau teman-teman pernah lihat video masyarakat nangis-nangis di bandara melepas mahasiswa KKN, itu dari pulau itu,” pungkas Djarot. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU