JOGJA - Universitas Gadjah Mada (UGM) menyampaikan duka cita yang mendalam atas insiden tenggelamnya dua mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah Maluku Tenggara pada 1 Juli 2025 waktu Indonesia timur (WIT).
Insiden terjadi saat para mahasiswa menggunakan perahu longboat dalam perjalanan kegiatan pengabdian masyarakat di pulau-pulau kecil kawasan tersebut.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Dr. Arie Sujito, menyatakan bahwa keselamatan dan kesehatan mahasiswa menjadi prioritas utama kampus, baik fisik maupun mentalnya.
“Prinsipnya, adik-adik kita adalah prioritas keselamatan—mental maupun fisik. Teman-teman yang selamat kita kuatkan pilihannya, nanti kalau memang ingin melanjutkan [program], akan kita dampingi. Yang penting keselamatan dan kesehatan mereka, dan apa pun kita bisa kerjakan,” ujar Arie saat konferensi pers di UGM, Selasa (2/7/2025).
Ia juga menjelaskan bahwa perahu longboat yang digunakan merupakan moda transportasi laut yang lazim digunakan masyarakat setempat.
Dalam insiden ini, longboat/speedboat kedua yang membawa 16 karung pasir dan 12 orang terbalik, sementara longboat pertama dengan 35 karung pasir dan 5 orang berjalan aman.
"Kalau melihat perbandingan, sebetulnya kondisi itu biasa saja. Yang pertama bahkan membawa 36 karung pasir dan aman. Menurut masyarakat setempat, itu sudah sesuai dan umum dilakukan. Tapi memang cuaca bulan ini tidak menentu dan sulit diprediksi, itu tantangannya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Arie menekankan bahwa para mahasiswa telah mendapatkan pembekalan mengenai kondisi lapangan dan risiko-risiko yang mungkin dihadapi, termasuk aspek keselamatan.
"Mahasiswa kita mungkin belum begitu mengenal laut, karena itu dalam setiap pembekalan kita tekankan kehati-hatian. Risiko selalu ada, tapi kita sudah siapkan panduan keselamatan,” ujar Arie.
Sementara itu, Sekretaris UGM, Andi Sandi, menegaskan bahwa proses pembekalan sebelum penempatan mahasiswa KKN telah dilakukan secara menyeluruh bersama dosen pembimbing lapangan dan koordinator wilayah.
"Sudah ada diskusi mendalam dengan dosen dan korwil sebelum mahasiswa diterjunkan. Tapi kejadian ini benar-benar di luar prediksi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa insiden ini akan menjadi bahan evaluasi mendalam bagi universitas untuk memperbaiki sistem pelaksanaan KKN di masa mendatang.
"Kami terus melakukan evaluasi termasuk memperbaiki prosedur seperti penggunaan jaket keselamatan, safety induction, dan lainnya. Ini demi keamanan mahasiswa dan juga masyarakat. Kami betul-betul berduka melihat kondisi hari ini,” tegas Andi.
Baca juga: Mahasiswa UGM Meninggal Dunia Saat KKN di Maluku Tenggara Akibat Kapal Terbalik
Kini, UGM sedang memfokuskan perhatian pada penanganan mahasiswa yang selamat, termasuk dukungan psikologis dan kesehatan selama mereka masih berada di lokasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung
