Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 04 MEI 2026 • 17:25 WIB

Geger Keracunan Massal di Mlati Sleman Usai Santap Ayam Goreng Pada Acara Pamitan Haji

Geger Keracunan Massal di Mlati Sleman Usai Santap Ayam Goreng Pada Acara Pamitan HajiSalah satu korban keracunan di Mlati, Sleman, saat mengadu ke posko penanganan, Senin (4/5/2026). (Istimewa)

JOGJA - Puluhan warga Padukuhan Toragan, Kalurahan Tlogoadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, dilaporkan mengalami gejala keracunan makanan usai menghadiri acara pamitan haji pada Minggu (3/5/2026) pagi. Hingga Senin (4/5/2026) sore, tercatat 43 orang mengalami keluhan kesehatan dan menjalani perawatan rawat jalan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Khamidah Yuliati, menyampaikan bahwa kasus ini diduga kuat berkaitan dengan konsumsi nasi kotak dalam acara tersebut.

"Data sampai jam 15.00 WIB 4 Mei 2026 ada 43 orang yang bergejala. Rawat jalan 43 orang, rawat inap 0 orang," ujarnya, Senin (4/5/2026).

Ia merinci, para pasien tersebar di beberapa titik pelayanan kesehatan.

"Periksa Puskesmas Mlati II 3 orang, Posko Toragan 32 orang, RSA UGM 7 orang, dan obat mandiri 1 orang," ungkap Yuli.

Baca juga: Sahid Tour Lepas 492 Jamaah Haji Khusus 2026, Manasik Dipusatkan di Jogja Mulai Besok

Gejala yang dialami warga meliputi sakit perut, mules, diare, pusing, panas dingin, hingga demam. Meski demikian, ia memastikan kondisi seluruh pasien masih tergolong ringan.

"Meski demikian, kondisi para korban rata-rata masih tergolong ringan dan tidak ada yang harus dirujuk ke rumah sakit," katanya.

Panewu Mlati Dyah Purwanti turut membenarkan kejadian tersebut, ia pun menjelaskan bahwa kejadian bermula dari kegiatan pengajian dalam rangka pamitan haji yang dihadiri sekitar 250 undangan dan tamu.

"Ini hari ini kami ada laporan, ada kejadian keracunan massal di Padukuhan Toragan, Tlogoadi Mlati. Yang ini kemarin sudah kegiatan pengajian dalam rangka pamitan haji dan gejala mereka warga kami itu tadi malam sudah bergejala diare, mual, pusing," ujarnya saat ditemui wartawan di posko penanganan, Senin (4/5/2026).

Ia menyebutkan hingga saat ini jumlah warga yang terdampak masih terus bertambah seiring pelaporan mandiri dari masyarakat.

"Sampai saat ini masih terus bertambah karena kita menginformasikan yang kemarin memang mereka makan nasi kotak itu, kita melakukan link Google untuk mereka mengisi apabila merasakan gejala sama," kata Dyah.

Menurutnya, terdapat sekitar 25 warga yang melapor secara mandiri ke fasilitas kesehatan, sementara puluhan lainnya datang ke posko kesehatan yang didirikan di rumah dukuh setempat.

"Yang tadi sudah mandiri dari tadi malam itu ada 25 orang, mereka periksa mandiri ke klinik atau rumah sakit. Dan yang sekarang ini berdatangan ke posko ini ada 29 orang," ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Geger Keracunan Massal di Mlati Sleman Usai Santap Ayam Goreng Pada Acara Pamitan Haji

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!