Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 01 MEI 2026 • 14:00 WIB

Kantor Disnakertrans Hingga Titik Nol Jadi Saksi May Day 2026 Ribuan Buruh DIY, Tuntut Reformasi Upah Hingga Rumah Layak

Kantor Disnakertrans Hingga Titik Nol Jadi Saksi May Day 2026 Ribuan Buruh DIY, Tuntut Reformasi Upah Hingga Rumah LayakRibuan buruh DIY saat long march tiba di Malioboro, pada Jumat (1/5/2026). (Olivia Rianjani)

JOGJA - Ribuan massa yang tergabung dalam Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama elemen pro-demokrasi turun ke jalan memperingati Hari Buruh Internasional, Jumat (1/5/2026). Mengusung tajuk "Mei Melawan: Buruh DIY Bersatu Menuntut Keadilan”, aksi ini menyoroti ketidakadilan struktural yang masih menjerat kaum pekerja. 

Aksi dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan rute long march dan konvoi motor, bergerak dari kantor Disnakertrans DIY menuju Polda DIY, Tugu Yogyakarta, dan berakhir di Titik Nol Kilometer.

Koordinator MPBI DIY, Irsad Ade Irawan, menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ruang konsolidasi atas kondisi ketenagakerjaan yang kian mendesak. Menurutnya, buruh masih dihantui oleh ketidakpastian sistem kerja dan kebijakan yang jauh dari kata sejahtera.

"Aksi ini menjadi ruang konsolidasi sekaligus bentuk perjuangan bersama kaum buruh di DIY untuk menyuarakan berbagai persoalan ketenagakerjaan yang kian mendesak. MPBI DIY menilai bahwa hingga saat ini buruh masih menghadapi berbagai bentuk ketidakadilan struktural,” ujarnya, pada Jumat (1/5/2026).

Baca juga: Aksi Buruh Jogja Hari Ini Tuntut UMP Rp 4 Juta, Pemda : "Itu Sudah Ambil Jalan Tengah"

Salah satu pada orasinya, MPBI DIY memberikan rapor merah pada penegakan hukum di level lokal. Dalam hal ini, mereka mendesak Disnakertrans DIY dan Polda DIY untuk bertindak tegas terhadap perusahaan yang nakal.

"Kami mendesak Disnakertrans DIY dan Polda DIY untuk menegakkan hukum ketenagakerjaan, khususnya terhadap pelanggaran berupa tidak dibayarkannya upah buruh selama berbulan-bulan serta tunggakan iuran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan," tegas Irsad.

Baca juga: Kawal Hak Pekerja, MPBI DIY Buka Posko Aduan THR 2026 dengan Disnakertrans

Adapun tuntutan isu nasional yang dibawa MPBI DIY terdapat sembilan poin tuntutan krusial, diantaranya:

  1. Pembentukan UU Ketenagakerjaan baru non-Omnibus Law.
  2. Penghapusan praktik outsourcing dan kebijakan upah murah.
  3. Penolakan PHK akibat situasi global dan kebijakan impor.
  4. Reformasi perpajakan, termasuk penghapusan pajak atas THR, bonus, JHT, dan jaminan pensiun.
  5. Percepatan reforma agraria melalui Badan Pelaksana Reforma Agraria.
  6. Pengesahan RUU Perampasan Aset.
  7. Ratifikasi Konvensi ILO No. 190 terkait penghapusan kekerasan di dunia kerja.
  8. Penurunan potongan tarif ojek online (ojol) maksimal 10 persen.
  9. Penyediaan hunian layak bagi buruh.

​Aksi ditutup dengan semangat solidaritas di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Irsad menyerukan agar seluruh elemen masyarakat terus bersatu demi mewujudkan kesejahteraan kolektif.

"Kami mengajak seluruh buruh, pekerja, dan masyarakat luas untuk berpartisipasi sebagai bentuk solidaritas dalam memperjuangkan kesejahteraan bersama," pungkas Irsad.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kantor Disnakertrans Hingga Titik Nol Jadi Saksi May Day 2026 Ribuan Buruh DIY, Tuntut Reformasi Upah Hingga Rumah Layak

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!