Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 18 JUNI 2026 • 16:20 WIB

Kabar Gembira untuk Orang Tua, Simak Aturan Baru SPMB Kota Jogja 2026: Jalur Afirmasi KMS Naik 25 Persen Hingga Fitur Ubah Pilihan Menit Terakhir

Kabar Gembira untuk Orang Tua, Simak Aturan Baru SPMB Kota Jogja 2026: Jalur Afirmasi KMS Naik 25 Persen Hingga Fitur Ubah Pilihan Menit TerakhirKepala Disdikpora Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) resmi membuka Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk tahun ajaran 2026. Melalui sistem baru yang lebih inklusif ini, Pemkot Yogyakarta berkomitmen memperluas aksesibilitas pendidikan sekaligus mempertahankan reputasi menterengnya sebagai "Kota Pelajar".

Kepala Disdikpora Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori, menjelaskan bahwa SPMB tahun ini dirancang demi menjamin keadilan akses bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk bagi warga kurang mampu hingga anak-anak berkebutuhan khusus. Selain jalur afirmasi, skema zonasi berbasis jarak murni juga kembali diterapkan untuk mendekatkan domisili siswa dengan sekolah.

"Bagaimana SPMB ini dapat memberikan akses kepada masyarakat agar bisa masuk di sekolah-sekolah yang ada di Kota Jogja. Karena itu, kami menyediakan jalur Afirmasi KMS (Keluarga Menuju Sejahtera) atau Keluarga Tidak Mampu," ujarnya saat jumpa pers, pada Rabu (17/6/2026).

Sabet Peringkat 1 Nasional TKA

Komitmen mutu pendidikan di Kota Gudeg ini dibuktikan lewat capaian luar biasa dalam Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang baru pertama kali digelar secara nasional pada tahun 2026. Kota Yogyakarta sukses memuncaki peringkat nomor satu nasional untuk jenjang SD dan SMP.

Untuk jenjang SD, rata-rata nilai TKA mencapai angka 72,71 (Bahasa Indonesia 78,26 dan Matematika 67,29). Sementara untuk jenjang SMP, performa siswa melesat dengan total nilai rata-rata mencapai 135,49.

"Alhamdulillah, TKA baru dilaksanakan pertama kali secara nasional pada tahun 2026 ini, dan Kota Jogja menempati peringkat nomor satu secara nasional untuk jenjang SD dan SMP. Jogja menjadi yang terbaik untuk TKA," ungkap Budi.

Meski unggul secara kognitif, Disdikpora enggan berpuas diri. Mulai tahun ini, penguatan karakter siswa kian diintensifkan melalui pembelajaran berbasis lima agama dan penerapan kurikulum Pendidikan Khas Kejogjaan.

"Modul panduannya pun kini sudah didistribusikan kepada seluruh guru SD dan SMP di Kota Yogyakarta," kata Budi.

Baca juga: Dugaan Kecurangan SPMB Jalur Mutasi di Sleman, JCW Nilai Dianggap Beri Privilege Anak Pejabat : Akan Kami Gugat ke PTUN!

Teknis Pendaftaran Hingga Daya Tampung Sekolah

Terkait regulasi teknis, pendaftaran jenjang TK dan SD akan murni menggunakan parameter usia. Khusus untuk SD, pendaftaran dibagi ke dalam dua skema: sistem Real Time Online (RTO) untuk 35 sekolah dengan peminat tinggi (over-kuota), serta sistem manual untuk 51 sekolah yang daya tampungnya masih mencukupi.

Sementara untuk jenjang SMP, seleksi akan mengombinasikan komponen jarak, nilai rapor, dan hasil TKA/TKAD. Pemkot Yogyakarta juga mengantisipasi ketimpangan akses di wilayah selatan dengan menambah kapasitas 64 kursi (2 rombongan belajar) di SMP Negeri 10 Yogyakarta, sehingga total daya tampung SMP Negeri kini menyentuh 3.584 kursi.

Budi pun menghimbau para wali murid agar tidak cemas mengenai ketersediaan kuota. Dari data yang ada, total lulusan SD di Kota Jogja berkisar di angka 6.800 anak, sedangkan total daya tampung gabungan SMP negeri dan swasta mencapai hampir 9.000 kursi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kabar Gembira untuk Orang Tua, Simak Aturan Baru SPMB Kota Jogja 2026: Jalur Afirmasi KMS Naik 25 Persen Hingga Fitur Ubah Pilihan Menit Terakhir

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!