Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 31 MARET 2026 • 14:50 WIB

Warganya Tewas diserang Israel di Lebanon, Sultan HB X Harap Tak Ada Lagi Korban

Warganya Tewas diserang Israel di Lebanon, Sultan HB X Harap Tak Ada Lagi KorbanSuasana kediaman rumah duka Praka Fahrizal Rhomadhon di wilayah Ledok, Lendah, Kabupaten Kulon Progo, DIY, pada hari ini (31/3/2026) dipenuhi karangan bunga. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, menyampaikan rasa prihatin atas tewasnya Praka Farizal Rhomadhoni dan dua personel lainnya di Lebanon, namun menegaskan harapannya agar tidak ada lagi korban di masa mendatang.

Sebagaimana diketahui, Praka Farizal Rhomadhoni tewas pada 28 Maret 2026. Sementara pada 30 Maret, dua personel lain, yakni Kapten Inf Zulmi dan Sertu Ikhwan, juga menjadi korban.

"Ya, saya ikut prihatin, tapi yang namanya penugasan itu memang dari awal juga sudah bisa dipastikan ada pengorbanan," ujar Sultan kepada wartawan saat ditemui di Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Selasa (31/3/2026).

Baca juga: Jenazah Praka Fahrizal Dipulangkan 1 April, Pemkab Kulon Progo Janji Tanggung Jawab Pulangkan

Meski demikian, Sultan menekankan bahwa risiko memang ada ketika bertugas di wilayah rawan konflik.

"Jadi risikonya itu ada, tapi harapan saya ini yang terakhir, jangan ada korban lagi. Tapi bisanya kan itu, tapi itu juga sudah diperhitungkan dari awal," tegasnya.

Dalam hal ini, ia menyoroti perbedaan risiko di berbagai lokasi penugasan.

"Yang namanya di daerah komplek itu konsekuensinya akan jauh lebih kemungkinan ada korban daripada tempat yang aman," jelas Ngarsa Dalem.

Baca juga: Fakta Sosok Praka Farizal : Sering Video Call Meski Lagi Darurat, Seharusnya Mei Sudah Pulang

Sementara berdasarkan pantauan langsung di rumah duka yang berlokasi di wilayah Ledok, Lendah, Kabupaten Kulon Progo, sampai saat ini (31/3) sore ini masih didatangi warga dan pejabat setempat yang datang melayat serta berjejeran karangan bunga ucapan duka cita terhadap almarhum.

Dketahui sebelumnya, terkait rencana pemakamana, berdasarkan informasi dari Komandan Kodim 0731/Kulon Progo, Letkol Inf Dyan Niti Sukma, menyampaikan bahwa jenazah kemungkinan dipulangkan pada 1 April 2026, dengan lokasi pemakaman di kediaman masing-masing di Kulon Progo. Namun, ia menyebut bahwa jadwal kepulangan bisa berubah karena sampai saat ini situasi di Lebanon masih memanas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Warganya Tewas diserang Israel di Lebanon, Sultan HB X Harap Tak Ada Lagi Korban

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!