Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 12 MARET 2026 • 18:40 WIB

Kata Akademisi UMY Sebut Medsos Masih Bisa digunakan Pada Anak

Kata Akademisi UMY Sebut Medsos Masih Bisa digunakan Pada AnakKetua Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Filosa Gita Sukmono. (Istimewa)

JOGJA - Wacana pembatasan penggunaan media sosial bagi anak yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Digital mendapat perhatian dari kalangan akademisi. Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Filosa Gita Sukmono, menekankan bahwa kebijakan itu perlu dikaji secara cermat agar anak tetap terlindungi dari dampak negatif dunia digital tanpa kehilangan manfaatnya sebagai sarana pembelajaran.

Menurut Filosa, pembatasan ini dapat menjadi langkah awal untuk meminimalisasi risiko yang muncul di ruang digital.

"Di satu sisi, pembatasan dapat membantu melindungi anak dari pengaruh negatif dunia maya seperti kekerasan digital, konten yang tidak pantas, dan dampak psikologis lainnya. Namun di sisi lain, media sosial juga memiliki potensi sebagai alat pembelajaran dan perkembangan sosial bagi anak," ujarnya, Kamis (12/3/2026).

Fenomena seperti cyberbullying, penyebaran informasi palsu, dan ketergantungan terhadap gawai menjadi perhatian serius karena dapat memengaruhi perkembangan psikologis anak. Filosa menjelaskan bahwa pada usia tertentu, anak belum sepenuhnya siap menghadapi berbagai konten yang beredar di media sosial.

"Anak-anak bisa menjadi kurang terbiasa berinteraksi secara efektif dalam situasi sosial yang membutuhkan keterampilan komunikasi tatap muka," katanya.

Ia pun menyoroti dampak media sosial terhadap kualitas interaksi langsung di dunia nyata.

Filosa juga menekankan sejumlah dampak negatif yang kerap dialami anak dan remaja akibat penggunaan media sosial. Salah satunya adalah cyberbullying atau intimidasi yang terjadi di dunia maya.

Baca juga: Sering Disalahpahami, Begini Perbedaan Fidyah dan Qadha Kata Dosen PAI UMY

Selain itu, menurut Filosa bahwa penggunaan media sosial secara berlebihan dapat menimbulkan ketergantungan terhadap gawai, gangguan pola tidur akibat penggunaan perangkat digital sebelum tidur, hingga menurunnya rasa percaya diri karena kecenderungan membandingkan diri dengan standar yang muncul di media sosial.

"Pembatasan usia bisa mencegah anak-anak yang belum siap menghadapi konten berbahaya. Tetapi yang tidak kalah penting adalah bagaimana orang tua dan pendidik memberikan pemahaman tentang cara menggunakan media sosial secara bijak," jelasnya.

Karena itulah, ia menekankan pentingnya pendampingan dan literasi digital. Disebutnya juga, literasi digital menjadi bekal penting bagi anak untuk memahami potensi risiko di dunia maya, sekaligus membantu mereka memilah informasi yang akurat serta berinteraksi secara aman di ruang digital.

Filosa menegaskan bahwa upaya menciptakan ruang digital yang aman bagi anak tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Termasuk pemerintah diharapkan menyusun regulasi yang melindungi anak dari dampak negatif media sosial sekaligus mendorong platform digital untuk lebih bertanggung jawab. Sekolah dapat berperan melalui penerapan kurikulum literasi digital dan pendidikan mengenai etika bermedia sosial.

Baca juga: Dosen UMY Ingatkan Berkah Malam Lailatul Qadar :"Waktu Terbaik Tingkatkan Kualitas Iman"

Tak hanya itu, keluarga menjadi garda terdepan dalam memberikan pendampingan agar anak dapat memanfaatkan media sosial secara aman dan bijak.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Di Grup WA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kata Akademisi UMY Sebut Medsos Masih Bisa digunakan Pada Anak

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!