Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 12 MARET 2026 • 17:45 WIB

Dosen UMY Ingatkan Berkah Malam Lailatul Qadar :"Waktu Terbaik Tingkatkan Kualitas Iman"

Dosen UMY Ingatkan Berkah Malam Lailatul Qadar : Waktu Terbaik Tingkatkan Kualitas ImanDosen Pendidikan Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Talqis Nurdianto. (Istimewa)

JOGJA - Bulan Ramadan selalu menjadi momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah. Salah satu momen paling dinanti adalah Lailatul Qadar, malam yang disebut dalam Al-Qur’an memiliki keutamaan lebih baik daripada seribu bulan.

Dosen Pendidikan Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Talqis Nurdianto, mengatakan bahwa Lailatul Qadar merupakan salah satu karunia terbesar dari Allah SWT. Malam ini memiliki nilai spiritual sangat tinggi karena setiap amalan akan dilipatgandakan pahalanya.

"Allah SWT secara langsung menyebutkan dalam Surah Al-Qadr bahwa Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan. Artinya, satu malam tersebut nilainya dapat melampaui ibadah selama puluhan tahun. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan momentum ini dengan memperbanyak ibadah, seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, serta memperbanyak doa kepada Allah SWT," ujar Talqis, Kamis (12/3/2026).

Terkait waktu munculnya Lailatul Qadar, Talqis menuturkan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam mencarinya pada sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil. Namun, tidak ada tanggal pasti yang dapat dijadikan acuan.

"Para ulama menegaskan bahwa tidak ada kepastian tanggal yang benar-benar pasti. Karena itu Rasulullah SAW mengajak umatnya untuk menghidupkan seluruh malam di akhir Ramadan dengan ibadah, agar tidak hanya berfokus pada satu malam tertentu saja," kata Talqis.

Baca juga: Milad UMY Ke-45, Gubernur NTB Gaungkan Tiga Prioritas Tuntaskan Kemiskinan :"Harus Jadi Program Prioritas dari yang Lain"

Menurutnya, beberapa riwayat menyebutkan tanda-tanda malam Lailatul Qadar, meski Talqis menegaskan bahwa tanda tersebut tidak mutlak.

"Dalam beberapa hadis disebutkan bahwa malam Lailatul Qadar memiliki suasana yang sangat tenang dan menenteramkan. Udara terasa sejuk, tidak terlalu panas maupun dingin, serta menghadirkan ketenangan bagi orang-orang yang beribadah. Bahkan pada pagi harinya matahari terbit dengan cahaya yang lembut tanpa sinar yang menyilaukan. Namun tanda-tanda ini tidak dapat dipastikan secara mutlak," jelasnya.

Dirahasiakannya waktu pasti Lailatul Qadar, lanjut Talqis, justru mengandung hikmah besar bagi umat Islam. Dengan begitu, umat didorong untuk memperbanyak ibadah secara konsisten sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadan.

Baca juga: Sering Disalahpahami, Begini Perbedaan Fidyah dan Qadha Kata Dosen PAI UMY

Oleh karena itu, Talqis kembali menekankan bahwa pencarian Lailatul Qadar bukan hanya soal menunggu tanda-tanda. Sepuluh malam terakhir Ramadan adalah kesempatan terbaik untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak doa, dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.

"Jika Allah menentukan secara pasti kapan Lailatul Qadar terjadi, bisa jadi manusia hanya fokus beribadah pada malam itu saja. Dengan dirahasiakannya waktu tersebut, umat Islam didorong untuk bersungguh-sungguh menghidupkan seluruh malam di sepuluh hari terakhir Ramadan. Inilah bentuk pendidikan spiritual agar umat Islam lebih tekun, lebih istiqamah, dan tidak hanya beribadah pada satu momen tertentu," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Di Grup WA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Dosen UMY Ingatkan Berkah Malam Lailatul Qadar :"Waktu Terbaik Tingkatkan Kualitas Iman"

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!