JOGJA - Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) memastikan ketersediaan bahan pokok mencukupi kebutuhan masyarakat hingga Idul Fitri 2026. Hal tersebut disampaikan dalam jumpa pers di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu (4/3/2026).
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti, mengatakan volume permintaan bahan pokok masih dalam kondisi stabil.
"Bahan pokok mencukupi kebutuhan masyarakat hingga Idul Fitri. Volume permintaan masih dalam kondisi stabil dengan peningkatan yang diproyeksikan terjadi pada tahun H-10 dan itu telah kami antisipasi melalui pembuatan stok beserta koordinasi distribusi," ujarnya.
Ia menjelaskan distribusi dari distributor maupun supplier berjalan lancar.
"Distribusi dan distributor maupun supplier berjalan lancar, sistem pasokan bekerja solid bahkan harga cabai yang sempat meningkat kini berangsur menurun dibandingkan satu hingga dua minggu yang lalu," kata Ni Made.
Terkait komoditas cabai, ia juga menyebut bahwa Pemda DIY telah menjalin kerja sama antardaerah guna menjaga stabilitas harga.
"Mudah-mudahan ini menjadi salah satu langkah-langkah bagaimana kemudian distribusi, kestabilan harga yang biasanya pada masa-masa tertentu harga komoditas," ucapnya.
Menurutnya, perbedaan harga antarkabupaten/kota relatif tipis sehingga distribusi semakin merata dan terkendali. Pemda DIY menjalankan langkah strategis 4K dalam TPID, yakni ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
"Ketersediaan pasokan dengan harga yang wajar adalah syarat utama bergeraknya roda ekonomi masyarakat. Ketika pasokan aman dan harga stabil, daya beli terjaga, pelaku usaha kecil akuratif, dan aktivitas ekonomi tumbuh dengan sehat," jelas Ni Made.
Meski demikian, ia mengimbau masyarakat agar berbelanja sesuai kebutuhan. Menurutnya, ini dalam upaya mencapai stabilitas harga dan pasokan.
"Kami mengajak masyarakat untuk belanja mengutamakan kebutuhan. Sehingga mungkin nanti tidak ada yang panic buying. Kemudian belajar memutamakan kebutuhan, belajar bijak dan hemat serta tetap rasional dalam berkonsumsi," tegas Ni Made.
Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian dan SDA Setda DIY, Eling Priswanto, mengatakan DIY sebagai salah satu tujuan pemudik perlu melakukan berbagai persiapan.
"Kita adalah menjadi salah satu tujuan pemudik sehingga kita perlu mempersiapkan dengan baik ketika akan memasuki hari besar keagamaan nasional utamanya dari kesiapan pasokan pangan, kemudian rekayasa lalu lintas, kemudian dari sektor kebersihan lingkungan sampah ini yang sering menjadi PR kita," ujarnya.
Ia menyebutkan sejumlah isu menjelang Idul Fitri, seperti kenaikan permintaan yang berpotensi memengaruhi harga serta peningkatan pergerakan mudik nasional dan konsumsi BBM di DIY.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung