Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 11 FEBRUARI 2026 • 13:25 WIB

Beda Nasib dengan Hogi Minaya, Polresta Jogja Berikan Penghargaan Dua Warga Lokal dan 2 Mahasiswi UTY

Beda Nasib dengan Hogi Minaya, Polresta Jogja Berikan Penghargaan Dua Warga Lokal dan 2 Mahasiswi UTYPolresta Yogyakarta memberikan penghargaan kepada empat warga yang berhasil menggagalkan aksi penjambretan di Kemantren Umbulharjo, Rabu (10/2/2026). (Olivia Rianjani)

JOGJA - Polresta Yogyakarta memberikan penghargaan kepada empat warga yang berhasil menggagalkan aksi penjambretan yang terjadi pada Senin lalu sekitar pukul 17.00 WIB. Korban dalam peristiwa tersebut adalah seorang perempuan bernama Eviana seorang mahasiswi UTY jurusan Teknik Sipil bersama temannya bernama Yunda (saksi) yang menjadi sasaran pelaku saat mengendarai sepeda motor.

Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Eva Guna Pandia menjelaskan, kejadian bermula saat korban dipepet pelaku di jalan, kemudian handphone milik korban yang berada di sisi kiri diambil secara paksa.

"Berkaitan dengan kejadian jambret hari Senin kemarin kurang lebih pukul 17.00, korbannya saudari Eviana. Saat naik motor dipepet pelaku, lalu handphone di sebelah kiri diambil. Pelaku kemudian kabur," ujar Pandia kepada wartawan di Mapolresta Yogyakarta, Rabu (11/2/2026).

Tak tinggal diam, korban bersama rekannya, Yunda, langsung melakukan pengejaran hingga akhirnya berhasil memepet pelaku sampai terjatuh. Dalam proses tersebut, dua warga lainnya, Handoko dan Fandi Yuliyanto, turut membantu mengamankan pelaku sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak kepolisian.

"Akhirnya dibantu oleh saudara Handoko dan Fandi sehingga pelaku bisa kita amankan. Kita memberikan apresiasi kepada mereka berempat. Luar biasa karena sudah membantu mengantisipasi pelaku kriminal," katanya.

Baca juga: Jambret Terjadi Lagi di Jogja, Polisi Fokus Kasus Pencurian Meski Pelaku Alami Goresan Akibat ditabrak Korban

Sebagai bentuk penghargaan, Polresta Yogyakarta memberikan piagam dan tali asih kepada keempat warga tersebut. Eva menyebut keberanian para warga, terutama dua perempuan yang terlibat langsung dalam pengejaran, menjadi kebanggaan tersendiri.

"Ini merupakan suatu kebanggaan kita, khususnya masyarakat Yogyakarta maupun mahasiswa yang berkuliah di Yogyakarta. Sosialisasi yang selama ini kita laksanakan berhasil, yaitu masyarakat harus bisa menjadi polisi bagi dirinya sendiri," tegasnya.

Ia menilai, sinergi antara kepolisian dan masyarakat menjadi kunci menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman dan kondusif.

"Yang kedua, membantu menjaga situasi kamtibmas Yogyakarta agar selalu aman, damai, dan kondusif tentunya," jelas Pandia.

Beda Nasib dengan Hogi Minaya, Polresta Jogja Berikan Penghargaan Dua Warga Lokal dan 2 Mahasiswi UTYPolresta Yogyakarta memberikan penghargaan kepada empat warga yang berhasil menggagalkan aksi penjambretan di Kemantren Umbulharjo. (Olivia Rianjani)

Terkait kemungkinan adanya konsekuensi hukum terhadap korban yang sempat menabrak atau menyebabkan pelaku terjatuh saat pengejaran, Eva memastikan tidak ada proses pidana bagi korban.

"Tidak ada. Saya jamin tidak ada. Kita mengapresiasi mereka membela, benar kita apresiasi," katanya.

Namun, ia juga memastikan bahwa masyarakat tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Beda Nasib dengan Hogi Minaya, Polresta Jogja Berikan Penghargaan Dua Warga Lokal dan 2 Mahasiswi UTY

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!