Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 22 JANUARI 2026 • 15:00 WIB

Harap dipake Oleh BPOM, Dosen UGM Ini Buat Alat Deteksi Bahan Berbahaya Hingga Keaslian Pangan, Inovasinya Raih Hitachi Global Foundation Award

Harap dipake Oleh BPOM, Dosen UGM Ini Buat Alat Deteksi Bahan Berbahaya Hingga Keaslian Pangan, Inovasinya Raih Hitachi Global Foundation AwardDosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Widiastuti Setyaningsih raih Hitachi Global Foundation Award (Istimewa)

JOGJA - Persoalan keamanan dan keaslian pangan masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Kasus keracunan pangan, termasuk yang menimpa siswa sekolah, hingga maraknya peredaran produk pangan palsu di pasar dan platform e - commerce menunjukkan lemahnya sistem deteksi cepat di lapangan.

Menjawab persoalan tersebut, dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Widiastuti Setyaningsih, berhasil mengembangkan metode deteksi cepat untuk menguji tingkat keamanan, keaslian, dan kualitas pangan hanya dalam hitungan menit, bahkan detik. Atas inovasinya itu, ia meraih Encouragement Award dari Hitachi Global Foundation, penghargaan internasional bergengsi yang diberikan pekan lalu.

Melalui riset berjudul "Green Analytical Method for Rapid Assessment of Food Safety, Authenticity, and Functional Quality in Diverse Food Systems", Widiastuti mengembangkan metode analisis kimia yang mampu menggantikan pengujian laboratorium konvensional yang biasanya memerlukan waktu berhari-hari dan penggunaan bahan kimia berbahaya.

Menurutnya, pendekatan tersebut sangat relevan dengan kebutuhan pengawasan pangan modern yang menuntut kecepatan, ketepatan, serta keberlanjutan lingkungan.

"Inovasi yang saya kembangkan berfokus pada tiga pilar utama, yaitu food safety atau keamanan pangan, authenticity atau keaslian pangan, dan functional quality atau kualitas fungsional," ujarnya, Kamis (21/1/2026).

Ramah Lingkungan dan Minim Bahan Kimia Selain cepat dan akurat, metode yang dikembangkan Widi juga mengusung konsep ramah lingkungan atau green analytical method. Ia memanfaatkan teknik ekstraksi tingkat lanjut seperti ultrasound-assisted extraction dan microwave-assisted extraction yang hanya membutuhkan pelarut dalam jumlah sangat kecil.

"Metode ini lebih cepat dan menggunakan solvent lebih minimal, sehingga lebih ramah lingkungan. Karena itulah disebut green analytical method," jelasnya.

Dalam proses analisis, Widi juga memaksimalkan penggunaan metode spektroskopi. Teknik ini memanfaatkan interaksi radiasi elektromagnetik dengan materi untuk mengetahui sifat kimia dan fisika suatu senyawa tanpa melalui tahapan ekstraksi panjang.

"Dengan spektroskopi, analisis bisa dilakukan sangat cepat, bahkan dalam beberapa kasus bersifat non-destruktif terhadap sampel," katanya.

Namun, Widi tetap mengembangkan metode kromatografi sebagai pembanding dan pelengkap. Ia mengungkapkan bahwa penggunaan Ultrahigh Performance Liquid Chromatography (UPLC) mampu memangkas waktu analisis secara signifikan.

"Pada kromatografi konvensional, analisis bisa memakan waktu yang lama. Namun dengan UPLC, waktu analisis dapat dipangkas dari sekitar 30 menit menjadi hanya 3 menit," imbuhnya.

Deteksi Zat Berbahaya Hingga NAPZA

Menariknya, metode ini tidak hanya mampu mengidentifikasi senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan, tetapi juga mendeteksi senyawa berbahaya dalam produk pangan. Beberapa di antaranya adalah mikotoksin seperti aflatoksin dan okratoksin, serta NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya) yang berpotensi disalahgunakan. Widi berharap hasil penelitiannya dapat dimanfaatkan oleh lembaga pengawas pangan nasional.

Serta, metode ini juga dapat digunakan untuk menganalisis kualitas fungsional pangan, seperti potensi antidiabetes, antidepresan, dan manfaat kesehatan lainnya dalam berbagai sistem pangan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Melalui E-mail

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Harap dipake Oleh BPOM, Dosen UGM Ini Buat Alat Deteksi Bahan Berbahaya Hingga Keaslian Pangan, Inovasinya Raih Hitachi Global Foundation Award

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!