Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 14 JANUARI 2026 • 14:45 WIB

UGM Kukuhkan 901 Insinyur Baru, Salah Satu Pidatonya Soroti Keberlangsungan Hutan

UGM Kukuhkan 901 Insinyur Baru, Salah Satu Pidatonya Soroti Keberlangsungan HutanPotret pelantikan Insinyur Periode II Tahun 2025 yang digelar di Grha Sabha Pramana UGM, Selasa (13/1/2025). (Istimewa)

JOGJA - Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mengukuhkan ratusan lulusan Program Profesi Insinyur. Sebanyak 901 insinyur baru resmi dilantik dalam Pelantikan Insinyur Periode II Tahun 2025 yang digelar di Grha Sabha Pramana UGM, Selasa (13/1/2026).

Pada periode ini, lulusan terbanyak berasal dari Fakultas Teknik dengan 762 insinyur, disusul Fakultas Peternakan sebanyak 104 insinyur, dan Fakultas Kehutanan sebanyak 35 insinyur. Dengan penambahan tersebut, total lulusan profesi insinyur UGM kini mencapai 7.314 orang.

Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof. Budi Guntoro, menyampaikan ucapan selamat kepada para insinyur yang telah menyelesaikan pendidikan profesinya. Ia menekankan bahwa di tengah tantangan global, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh, inovatif, dan berintegritas.

"Indonesia membutuhkan SDM yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh, memiliki inovasi, dan berintegritas," ujarnya.

Baca juga: Evaluasi Satu Tahun MBG Marak Keracunan, Pakar Gizi UGM Minta Hentikan Penggunaan Ultra Processed Food

Menurut Budi, lulusan insinyur di bidang hayati memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

"Mereka diharapkan mampu menjamin ketersediaan protein hewani dan nabati, meningkatkan produktivitas pangan, serta memastikan keamanan dan kesejahteraan hewan," ucapnya.

Ia pun menilai tantangan sektor pangan semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, keterbatasan lahan, isu kesejahteraan hewan, fluktuasi pasar global, hingga tuntutan efisiensi dan keberlanjutan. Karena itu, bangsa ini membutuhkan insinyur yang mampu menciptakan industri pangan yang efektif, efisien, berkelanjutan, dan berbasis teknologi.

"Bangsa Indonesia membutuhkan insinyur-insinyur baru yang mampu menciptakan industri pangan yang efektif dan efisien berkelanjutan dan berbasis teknologi, mulai dari sistem pangan, pakan, pertanian digital, bioteknologi hingga tata kelola rantai pasok," jelasnya.

Ia juga mengingatkan para lulusan sebagai alumni UGM memiliki tanggung jawab moral untuk selalu berpihak pada kepentingan bangsa.

"Sebagai alumni UGM, saudara mewarisi integritas cendekiawan dan keberpihakan pada kepentingan bangsa. Nilai inilah yang menjadi kompas moral dalam setiap keputusan profesional yang saudara ambil," katanya. 

Sementara itu, salah satu lulusan dari Fakultas Kehutanan, Ir. Rudianta Cahyana Nugraha, S.Hut., M.Sc., berharap gelar profesi insinyur yang diraihnya dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa, khususnya dalam pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

"Gelar profesi insinyur ini diharapkan bisa ikut berkontribusi mendorong kemajuan bangsa, terutama dalam pengelolaan hutan yang lebih berkelanjutan," ujarnya.

Rudianta mengakui bahwa profesi rimbawan saat ini menghadapi tantangan besar, terutama di tengah sorotan publik terhadap berbagai bencana lingkungan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Melalui E-mail

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

UGM Kukuhkan 901 Insinyur Baru, Salah Satu Pidatonya Soroti Keberlangsungan Hutan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!