JOGJA - Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia (RI), Budi Gunadi Sadikin, menghadiri groundbreaking pembangunan Gedung Central Medical Unit (CMU) RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Gedung baru setinggi 15 lantai ini menelan nilai investasi sekitar Rp 917 miliar, yang sepenuhnya menggunakan dana pribadi.
Menkes Budi mengatakan bahwa pembangunan gedung CMU merupakan bagian dari transformasi sistem kesehatan nasional yang dicanangkan Kemenkes, dengan fokus meningkatkan akses, kualitas, dan keterjangkauan layanan kesehatan di seluruh Indonesia.
"Saat ini rumah sakit Kementerian Kesehatan ada 40, dan akan bertambah menjadi 41 dengan pembangunan di Riau. Dalam tiga tahun terakhir, hampir 20 rumah sakit telah dibangun atau diperbarui gedungnya, termasuk RSUP Sardjito," ujarnya saat acara di Sleman, Kamis (8/1/2026).
Menkes Budi memaparkan, pembangunan infrastruktur kesehatan berskala besar juga dilakukan di sejumlah daerah lain, seperti Makassar, Surabaya, Kupang, hingga Papua, yang siap diresmikan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, salah satu kendala utama rumah sakit Kemenkes selama ini adalah perencanaan infrastruktur yang belum tertata dengan baik. Oleh karena itu, sejak akhir 2022, Kemenkes mewajibkan setiap rumah sakit memiliki master plan jangka panjang.
"RSUP Sardjito menjadi rumah sakit pertama yang master plannya selesai dan saya setujui. Master plan ini tidak boleh diubah dan menjadi acuan pembangunan sampai tahun 2040," jelasnya.
Dalam master plan tersebut, terdapat sembilan gedung yang akan dikembangkan, terdiri dari tujuh gedung pelayanan pasien dan dua gedung perkantoran. Untuk tahap awal, pembangunan didukung pinjaman dari SDB dan telah diresmikan Presiden Joko Widodo ke-7 (Jokowi). Budi menekankan pentingnya efisiensi anggaran.
"Kalau punya dana Rp 900 miliar, seharusnya bisa jadi dua atau tiga gedung dengan skema pembiayaan yang tepat. Jangan satu triliun hanya dipakai membangun satu gedung," tegasnya.
Baca juga: Super Flu Terdeteksi di DIY, Kemenkes: "Bukan Virus Baru Seperti COVID-19"
Masterplan Gedung Central Medical Unit (CMU) RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. (Olivia Rianjani)
Menkes Budi menargetkan pada 2027 RSUP Sardjito kembali mendapat tambahan anggaran Rp 1 triliun dari APBN, yang diharapkan dapat digunakan untuk membangun hingga tiga gedung tambahan. Dengan strategi ini, tujuh gedung baru diharapkan dapat beroperasi penuh dan diresmikan pada 2029. Selain itu, ia juga menekankan esensi rumah sakit bukan hanya kemegahan gedung, tetapi pelayanan bagi pasien.
"Gedung ini bukan hanya soal keindahan, tapi kenyamanan dan kehangatan bagi pasien. Rumah sakit dibangun bukan hanya untuk pendidikan dokter, tetapi untuk melayani jutaan pasien," katanya.
Kemudian, ia kembali menegaskan pentingnya budaya empati, komunikasi yang baik, dan profesionalisme tenaga kesehatan.
"Semegah apa pun gedungnya, kalau tidak diisi dengan orang-orang yang berempati dan berbudaya baik, maka esensi rumah sakit sebagai tempat merawat kehidupan tidak akan tercapai," tandas Menkes Budi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung