Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 22 DESEMBER 2025 • 12:20 WIB

Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan Ustaz Muhammad Jazir ASP Wafat Akibat Sakit Kronis, Sempat Pikirkan Korban Banjir Sumatera

Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan Ustaz Muhammad Jazir ASP Wafat Akibat Sakit Kronis, Sempat Pikirkan Korban Banjir SumateraSuasana duka menyelimuti Masjid Jogokariyan Kota Yogyakarta karena wafatnya Arsitek Perjuangan Masjid Jogokariyan, Ustaz Muhammad Jazir ASP. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan, Ustaz Muhammad Jazir ASP, wafat di Yogyakarta pada Senin (22/12/2025) dini hari. Ulama yang dikenal sebagai arsitek perjuangan dan pelopor manajemen masjid modern ini meninggal dunia setelah lama menderita sakit kronis berupa diabetes, hipertensi, dan komplikasi ginjal. Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, jamaah Masjid Jogokariyan, serta warga Muhammadiyah.

Kabar wafatnya Ustaz Jazir disampaikan oleh putra almarhum, Haidar Muhammad Tilmitsani, yang merupakan anak keempat sekaligus paling bungsu. Ia menjelaskan bahwa sang ayah meninggal dunia sekitar pukul 04.00 WIB.

"Tadi pagi sekitar jam empat, kami tidak tahu persisnya jam berapa. Karena beliau jatuh dan tidak sadar. Ketika dicek, ternyata sudah meninggal,” ujar Haidar kepada wartawan di Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, Senin (22/12/2025).

Menurut Haidar, almarhum telah lama menderita penyakit kronis. Kondisi kesehatan Ustaz Jazir semakin menurun sejak awal November 2025, khususnya akibat penurunan fungsi ginjal yang sudah sangat berat.

"Beliau kronisnya diabetes, kemudian ada hipertensi, dan komplikasinya di ginjal. Sejak tanggal 6 November itu, fungsi ginjal beliau benar-benar sudah sangat menurun,"ungkapnya.

Selama kurang lebih 45 hari terakhir, Ustaz Jazir hanya menjalani perawatan di tempat tidur dan tidak lagi bisa beraktivitas seperti biasa. Meski demikian, pihak keluarga sempat membawa almarhum ke rumah sakit beberapa kali.

"Selama sekitar 42 sampai 45 hari itu beliau hanya di kasur. Bolak-balik ke rumah sakit mungkin sekitar empat kali," kata Haidar.

Haidar menuturkan, sejak awal November keluarga sebenarnya sudah merasakan perubahan kondisi yang cukup signifikan pada diri sang ayah. Namun, keluarga tetap berharap almarhum bisa kembali beraktivitas.

"Kalau tanda-tanda itu sebenarnya sudah terasa sejak tanggal 6 November. Rasanya sakitnya beda dari biasanya. Tapi kami masih optimis, masih berharap beliau bisa aktif lagi. Qadarullah, semua sakit itu kami yakini sebagai cara Allah menggugurkan dosa-dosa beliau," ucapnya.

Meski dalam kondisi sakit dan sering tidak sadar akibat kekurangan oksigen, Ustaz Jazir disebut masih terus memikirkan perjuangan umat dan amal saleh. Bahkan, dalam kondisi mengigau, yang terucap dari lisan almarhum tetap tentang dakwah dan kepedulian sosial.

"Di akhir-akhir itu beliau sering tidak sadar. Kalau mengigau atau bicara sendiri, isinya tetap tentang amal saleh dan perjuangan. Bahkan kemarin ke saya masih sempat ngomong, ‘Aku itu lagi mau bagi-bagi bantuan buat Sumatera," ucap Haidar menirukan pembicaraan dari ayahnya.

Haidar menyebut, komunikasi terakhir Haidar dengan sang ayah berlangsung sederhana, tanpa firasat berlebihan.

"Ngobrol saja biasa. Kami juga tidak merasa ini hari terakhir. Masih santai saja. Tapi memang beliau sudah agak kurang nyambung karena kekurangan oksigen," katanya.

Himbau Seluruh Masjid Aktif Wakaf Produktif 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan Ustaz Muhammad Jazir ASP Wafat Akibat Sakit Kronis, Sempat Pikirkan Korban Banjir Sumatera

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!