Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 01 DESEMBER 2025 • 13:55 WIB

Perjuangan Sania Nadlirotullubba Raih IPK Tertinggi di Prodi Ilmu Komputer UGM

Perjuangan Sania Nadlirotullubba Raih IPK Tertinggi di Prodi Ilmu Komputer UGMPotret Sania Nadlirotullubba Raih IPK Tertinggi di Prodi Ilmu Komputer UGM (Istimewa)

JOGJA - Salah satu wisudawan Program Sarjana Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM), Sania Nadlirotullubba, berhasil mencetak prestasi gemilang dengan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,98 pada Wisuda Periode I Tahun Akademik 2025/2026. Rata-rata IPK dari 1.729 lulusan sarjana periode ini tercatat 3,51. Acara wisuda digelar pada Selasa (25/11) lalu di Grha Sabha Pramana UGM.

Sania mengaku awalnya tidak memiliki ketertarikan terhadap dunia komputer. Namun, setelah mendapatkan saran dari keluarga untuk mencoba bidang baru, ia memutuskan masuk prodi Ilmu Komputer.

"Karena di dunia komputer masih ada matematikanya, aku memutuskan untuk memilih Ilmu Komputer. Ini paling relevan dengan minat matematika yang aku punya,” ujar Sania, Senin (1/12/2025).

Proses penyelesaian tugas akhir juga menjadi tantangan tersendiri bagi Sania. Awalnya, ia ingin fokus pada keamanan informasi dan laboratorium kriptografi. Namun, setelah diterima magang di salah satu instansi pemerintah, arah penelitian dan pekerjaan yang berbeda memaksanya mengganti topik.

Baca juga: Malioboro Culture Vibes Diminati Warga dan Wisatawan, Disbud: Banyak Aktivitas Siap Dilaksanakan saat Full Pedestrian

Ia kemudian memilih topik mengenai algoritma dan simulasi tsunami, yang menuntut pemahaman konsep persamaan gelombang serta cara gelombang merambat.

"Mempelajari topik baru dari awal justru membuka wawasan dan menambah banyak insight yang bahkan tidak diajarkan di kampus,” ucapnya.

Sania menekankan konsistensi sebagai kunci keberhasilan akademiknya. Ia rutin mencatat materi kuliah dan membaca ulang secara mandiri, yang membantunya memahami materi lebih dalam. Lingkungan belajar yang suportif dan dosen yang mendukung juga menjadi faktor penting dalam pencapaiannya.

Selain itu, Sania menerapkan manajemen waktu yang ketat. Saat magang, ia fokus menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Malam hari ia manfaatkan untuk mengerjakan tugas akhir dan keperluan akademik lainnya.

"Intinya, maksimalkan apa yang bisa dikerjakan pada jam itu. Kalau waktunya kerja, ya kerja. Kalau waktunya tugas, ya fokus di tugas,” jelasnya.

Baca juga: Trixi Karinina Dewi Sindhutomo Lulus S1 UGM dalam 3 Tahun 27 Hari Dengan Skripsi Soal Perumahan Rakyat di Belanda

Kendati demikian, Sania bertekad berbagi pengetahuan kepada orang lain sebagai langkah awal kontribusi bagi masyarakat. Ia ingin memperkenalkan konsep teknologi, khususnya kecerdasan buatan dan penelitian berbasis teknologi, kepada masyarakat luas.

"Sejak dulu aku suka mengajar, jadi aku berharap bisa membagikan ilmu tentang bagaimana AI bekerja dan cara membuat penelitian berbasis teknologi,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Melalui E-mail

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Perjuangan Sania Nadlirotullubba Raih IPK Tertinggi di Prodi Ilmu Komputer UGM

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!