Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 09 NOVEMBER 2025 • 16:35 WIB

Cerita Andhika Satria Pratama, Alumni Teknik Fisika UGM, Tempuh S3 di Chalmers University Swedia

Cerita Andhika Satria Pratama, Alumni Teknik Fisika UGM, Tempuh S3 di Chalmers University SwediaPotret Andhika Satria Pratama. (Istimewa)

JOGJA - Perjalanan akademik Andhika Satria Pratama, alumni Teknik Fisika Universitas Gadjah Mada (UGM), menjadi bukti bahwa tekad dan rasa ingin tahu bisa membawa seseorang menembus batas dunia pendidikan. Kini, lulusan Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika (DTNTF) Fakultas Teknik UGM itu tengah menempuh studi doktoral di bidang termodinamika dan dinamika fluida di Chalmers University of Technology, Swedia.

Ketertarikan Andhika terhadap dunia mekanika fluida sudah tumbuh sejak masa kuliah sarjana di UGM. Ia mengaku, mata kuliah yang berkaitan dengan dinamika fluida menjadi awal mula ketertarikannya mendalami bidang tersebut.

"Dari dulu saya memang tertarik di bidang ini, dan merasa ingin belajar lebih dalam. Mechanical fluid dynamics itu terkenal cukup berat secara matematika, tapi justru di situ letak menariknya,” ujarnya, Minggu (9/11/2025).

Lulus S1 pada 2020, kata Andhika, melanjutkan ke program fast track magister Teknik Mesin UGM dan meraih gelar S2 pada 2021 dengan IPK 3,98. Setahun berselang, ia berangkat ke Swedia untuk mengambil program Engineering Mathematics and Computational Science di Chalmers University, yang kemudian mengantarkannya pada kesempatan meraih beasiswa doktoral di kampus yang sama.

Baca juga: Fakta Pembunuhan Wanita di Gamping Sleman: Pelaku Transfer Rp 5 Juta per Bulan Hingga Pamitan di Makam Ibunya Sebelum Tragedi

Andhika juga mengaku sempat kewalahan saat awal menempuh studi di Swedia karena sistem pembelajaran yang cepat dan padat. Namun, dukungan dari pihak universitas membuatnya cepat beradaptasi.

"Awalnya saya cukup kaget dengan ritme belajar yang sangat cepat. Tapi Chalmers menyediakan panduan belajar yang efektif, dan itu sangat membantu saya menyesuaikan diri,” tuturnya.

Sebagai anggota Nordic Five Tech (N5T), Chalmers juga memberikan peluang bagi mahasiswa untuk mengikuti program di universitas mitra.

"Saya sempat ikut summer course di DTU Technical University of Denmark tanpa biaya kuliah tambahan, hanya perlu menyiapkan biaya hidup," ucapnya.

Berbeda dengan sistem pendidikan di Indonesia, program doktoral di Swedia membuat Andhika tak hanya berstatus mahasiswa, tetapi juga peneliti dan pengajar. Di Chalmers, ia bekerja di divisi Fluid Dynamics dan memiliki tanggung jawab akademik di departemennya.

"Saya punya tugas departemen, salah satunya mengajar. Kalau dihitung, sekitar enam bulan untuk mengajar, satu tahun untuk ambil mata kuliah, dan tiga tahun sisanya fokus riset," imbuhnya.

Kepada mahasiswa yang bermimpi melanjutkan studi ke luar negeri, Andhika berpesan agar tidak ragu mencoba dan benar-benar memahami bidang yang diminati.

Baca juga: Dibuka Rektor UGM, Hadirkan 80 Kampus dari 15 Negara Eropa Hadir Dalam Pameran EHEF di GIK

"Kalau tahu apa yang kita suka, belajar akan terasa lebih menyenangkan. Jangan takut daftar ke luar negeri. Dasar ilmu dari UGM sudah setara dengan universitas dunia,” pesannya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Melalui E-mail

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Cerita Andhika Satria Pratama, Alumni Teknik Fisika UGM, Tempuh S3 di Chalmers University Swedia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!