Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 29 OKTOBER 2025 • 15:35 WIB

Update Terbaru Kasus DBD di Sleman Capai 383 Kasus, Dinkes : Tak Ada Korban Meninggal Berkat Program Wolbachia

Update Terbaru Kasus DBD di Sleman Capai 383 Kasus, Dinkes : Tak Ada Korban Meninggal Berkat Program WolbachiaKepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman mencatat total 383 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sepanjang tahun ini. Meski jumlahnya cukup tinggi, tidak ada kasus kematian yang tercatat.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama, mengatakan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari penerapan program nyamuk ber-Wolbachia di wilayah Sleman.

"Total jumlah kasus demam berdarah di Sleman ada 383 kasus, tidak ada yang meninggal, alhamdulillah. Karena saat ini kami sudah menerapkan Wolbachia. Memang masih ada yang terkena, tapi gejalanya ringan, tidak menjadi berat,” ujar Cahya, Selasa (28/10/2025).

Namun, Cahya menyebut bahwa penerapan Wolbachia di Sleman belum sepenuhnya berhasil seperti di wilayah Depok, Sleman.

"Wolbachia di Sleman belum sepenuhnya berhasil, baru yang di Depok itu yang menunjukkan hasil signifikan," katanya.

Baca juga: Cerita Roro, Lulus Doktor UGM Hanya dalam 2 Tahun 10 Bulan, Jadi Wisudawan Tercepat

Menurutnya, tingkat penularan DBD di beberapa wilayah Sleman masih cukup tinggi karena karakteristik nyamuk yang dilepaskan.

"Kasus penularannya cukup tinggi karena Wolbachia ini dilepaskan di alam. Nyamuk Aedes aegypti yang membawa Wolbachia itu antropofilik, hanya menggigit manusia. Jadi akan lebih berhasil di wilayah padat penduduk, bukan di daerah pertanian,” jelasnya.

Kendati demikian, Dinkes Sleman rutin memantau populasi nyamuk ber-Wolbachia dua kali dalam setahun untuk memastikan jumlahnya tetap stabil.

"Setahun bisa dua kali kami lakukan penelitian supaya populasinya tetap. Kalau mau efektif, fogging juga tetap penting, tapi yang utama adalah agar populasi nyamuk yang ada semuanya membawa Wolbachia," terangnya.

Baca juga: Melihat Perjuangan Dhiva Angger, Wisudawan UNY Oktober Ini Buktikan Gap Year Raih IPK Tertinggi Hingga Juara Debat Dunia

Cahya menambahkan, program ini menunjukkan hasil positif. Ia menyebut angka kasus DBD di beberapa wilayah mengalami penurunan cukup signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

"Sekarang hanya 29 kasus di beberapa wilayah tertentu. Dulu bisa ratusan. Di Ngaglik ada 37 kasus, Godean 41, dan Gamping 45," ungkapnya.

Dinkes Sleman optimistis program pengendalian DBD berbasis Wolbachia dapat terus dikembangkan untuk menekan angka kasus di masa mendatang. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Dan Wawancara Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Update Terbaru Kasus DBD di Sleman Capai 383 Kasus, Dinkes : Tak Ada Korban Meninggal Berkat Program Wolbachia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!