Mahasiswa UGM Kembangkan “Smart Fish Sorter. (Istimewa (via e-mail))
JOGJA - Inovasi baru datang dari mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM). Sekelompok mahasiswa lintas jurusan berhasil menciptakan Smart Fish Sorter
(SFS), alat penyortir ikan lele otomatis berbasis sensor yang diklaim mampu membantu pembudidaya meningkatkan efisiensi panen.
Inovasi ini lahir dari keresahan peternak lele yang selama ini masih melakukan proses sortir secara manual. Cara konvensional tersebut memakan banyak waktu, membutuhkan tenaga besar, dan sering kali menghasilkan ketidakseragaman ukuran ikan.
Ketua tim Smart Fish Sorter, Clarissa Cindy Marta Devany, menjelaskan bahwa ide pengembangan alat tersebut berawal dari keluhan mitra petani lele yang kerap mengalami ketidaktepatan saat menyortir hasil panen.
“Kami melihat proses sortir manual sering tidak akurat. Karena itu kami berupaya menghadirkan alat yang bisa menimbang dan memisahkan lele secara otomatis menggunakan teknologi sensor,” ujar Clarissa, mahasiswa Program Studi Akuakultur Fakultas Pertanian UGM, Senin (20/10/2025).
Tim Smart Fish Sorter merupakan bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penerapan Iptek (PKM-PI) UGM. Anggotanya terdiri atas Clarissa bersama Raisa Nayyara Sabita dan Aulia Syifa Hasanah dari Program Studi Akuakultur, Abram Adityaswara dari Teknik Pengelolaan dan Perawatan Alat Berat, serta Tazakka Arifin Nutriatma dari Elektronika dan Instrumentasi. Tim ini dibimbing oleh Dr. Ega Adhi Wicaksono, S.Pi., dosen Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian UGM.
Secara teknis, alat ini bekerja dengan cara ikan lele dijatuhkan ke main hooper dan ditimbang menggunakan load cell pada weight plate. Selanjutnya, swivel arm pendorong akan mengarahkan ikan ke swivel arm penangkap sesuai kategori bobotnya.
“Setiap kategori berat punya jalur sortir sendiri. Kami melengkapi alat dengan enam bagian swivel arm penangkap sehingga rentang bobot lele yang bisa disortir lebih beragam,” jelas Abram Adityaswara.
Selain itu, Smart Fish Sorter juga dilengkapi sensor ultrasonik untuk menghitung jumlah lele yang keluar secara otomatis. Dengan begitu, proses sortir tidak hanya lebih cepat, tetapi juga lebih akurat.
Baca juga: KAI Daop 6 Yogya Hadiri FGD Penyelesaian Sengketa Aset Negara Secara Damai Bersama Komnas HAM
Mahasiswa Elektronika dan Instrumentasi, Tazakka Arifin Nutriatma, menambahkan bahwa keunggulan lain alat ini adalah sistem energinya yang ramah lingkungan.
"Kami menggunakan sistem hybrid. Panel surya menjadi sumber energi utama, dan listrik PLN kami jadikan cadangan. Jadi alat ini bisa digunakan di lokasi mana pun, bahkan di area tambak yang jauh dari jaringan listrik,” terangnya.
Menurut Raisa Nayyara Sabita, kehadiran alat ini disambut positif oleh mitra pembudidaya lele.
“Bagi petani, Smart Fish Sorter ini seperti angin segar. Mereka bisa mendapatkan hasil sortir yang seragam sesuai bobot tanpa perlu tenaga besar,” ujarnya.
Baca juga: UGM dan LPS Perluas Kerja Sama, Fokus Bantu Akses Pendidikan bagi Mahasiswa Kurang Mampu
Melalui inovasi ini, tim berharap teknologi penyortiran otomatis dapat membantu petani lele meningkatkan produktivitas dan keuntungan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dikirim Melalui E-mail