Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 29 SEPTEMBER 2025 • 14:35 WIB

14 Dosen UGM Masuk Daftar 2% Ilmuwan Paling Berpengaruh di Dunia Versi Stanford

14 Dosen UGM Masuk Daftar 2% Ilmuwan Paling Berpengaruh di Dunia Versi StanfordUGM (Istimewa (via e-mail))

JOGJA - Sebanyak 14 dosen dari Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mencatatkan namanya dalam daftar ilmuwan paling berpengaruh di dunia, yang dirilis oleh Stanford University melalui publikasi “World’s Top 2 percen Scientists 2024”. Pengakuan ini didasarkan pada dampak keilmuan berdasarkan jumlah sitasi, kualitas publikasi, serta kolaborasi ilmiah tingkat global.

Daftar bergengsi ini mencakup para peneliti dari berbagai disiplin ilmu yang kontribusinya dianggap signifikan dalam perkembangan sains dan teknologi dunia. Keempat belas dosen UGM yang masuk dalam daftar tersebut berasal dari beragam fakultas dan bidang keahlian.

Mereka adalah:

  1. Prof. Dr. Abdul Rohman, S.F., M.Si., Apt. (Fakultas Farmasi)
  2. Prof. Dr.rer.nat. Muh Aris Marfai, S.Si., M.Sc. (Fakultas Geografi)
  3. Dr.Eng. Ganjar Alfian, S.T., M.Eng. (Sekolah Vokasi)
  4. apt. Eka Noviana, Ph.D. (Fakultas Farmasi)
  5. Prof. Kusmono, S.T., M.T., Ph.D. (Fakultas Teknik)
  6. Prof. Dr. Ahmad Maryudi, S.Hut., M.For. (Fakultas Kehutanan)
  7. Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si. (FMIPA)
  8.  Prof. drg. Ika Dewi Ana, M.Kes., Ph.D. (Fakultas Kedokteran Gigi)
  9. Prof. Dr.Eng. Edi Suharyadi, S.Si., M.Eng. (FMIPA)
  10. Prof. dr. Adi Utarini, M.Sc., MPH., Ph.D. (FK-KMK)
  11. Prof. Drs. Jumina, Ph.D. (FMIPA)
  12. Prof. Drs. Roto, M.Eng., Ph.D. (FMIPA)
  13.  dr. Rina Triasih, M.Med (Paed), Sp.A(K), Ph.D. (FK-KMK)
  14.  Prof. Dra. Wega Trisunaryanti, M.S., Ph.D., Eng. (FMIPA)

Salah satu dosen yang masuk daftar, Prof. drg. Ika Dewi Ana, dikenal luas melalui riset-risetnya di bidang rekayasa jaringan dan terapi regeneratif. Fokus penelitiannya meliputi pengembangan matriks ekstraseluler sintetis dan ajuvan biomedis. Ia mengungkapkan, capaian ini tak lepas dari komitmennya dalam riset jangka panjang yang kini telah mendapat pengakuan nasional.

“Baru-baru ini kami ditetapkan sebagai Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi oleh Kemendikbudristek dan juga menjadi Pusat Kolaborasi Riset Nasional oleh BRIN sejak 2022. Ini merupakan program yang sangat kompetitif,” ujar Ika, Senin (29/9/2025).

Baca juga: Layani 2 X 24 Jam, Walikota Yogya Hasto Uji Coba Layanan Jemput Sampah "TRC Mas JOS"

Ia menambahkan, masuknya dirinya dalam daftar 2 persen ilmuwan dunia menjadi motivasi baru.

"Saya merasa bersyukur dan tentu punya tanggung jawab untuk terus mengembangkan riset, serta mendidik generasi muda agar bisa berkontribusi di bidang ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Prof. dr. Adi Utarini, yang namanya juga tercantum dalam daftar, selama ini dikenal sebagai pionir riset pengendalian penyakit menular. Salah satu studi terkenalnya adalah penerapan teknologi Wolbachia pada nyamuk Aedes aegypti yang sukses menurunkan kasus dengue hingga 77 persen di Yogyakarta.

“Capaian ini bukan semata-mata milik saya, tapi juga hasil kerja keras tim peneliti dan para mitra yang luar biasa. Harapan saya, pengakuan ini bisa memberikan dampak nyata bagi kesehatan masyarakat Indonesia,” kata Utarini.

Prof. Dra. Wega Trisunaryanti juga menjadi salah satu ilmuwan UGM yang masuk dalam daftar. Ia banyak meneliti sintesis katalis heterogen berbasis logam transisi untuk mengonversi biomassa menjadi biofuel dan fine chemicals. Dengan total 161 publikasi dan h-indeks Scopus 20, Wega merasa pencapaian ini menjadi momentum penting bagi UGM.

“Saya merasa senang dan bangga atas capaian ini. Semoga hasil riset kami bisa bermanfaat secara luas dan membawa nama UGM semakin dikenal di dunia internasional,” ungkapnya.

Prof. Drs. Roto, M.Eng., Ph.D., yang fokus pada bidang material dan sensor kimia, juga menyampaikan rasa syukurnya. Dengan lebih dari 110 publikasi terindeks Scopus, mayoritas pada jurnal Q1 dan Q2, serta h-indeks 22, Roto berharap peneliti muda dapat terinspirasi.

“Semoga ini menjadi inspirasi bagi generasi muda, terutama mahasiswa UGM, untuk terus mendalami ilmu kimia analitik dan berkontribusi di bidang sains,” katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Melalui E-mail

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

14 Dosen UGM Masuk Daftar 2% Ilmuwan Paling Berpengaruh di Dunia Versi Stanford

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!