Bupati Sleman, Harda Kiswaya. (Olivia Rianjani)
JOGJA - Bupati Sleman, Harda Kiswaya, kembali menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman siap menjalankan titah Ngarsa Dalem terkait kemungkinan penggunaan Stadion Maguwoharjo oleh PSIM Kota Yogyakarta. Namun, ia menekankan bahwa aspek keamanan menjadi prioritas utama yang harus dipenuhi oleh manajemen PSIM sebelum keputusan tersebut bisa diimplementasikan.
"Sleman siap lakukan sesuai titah Ngarsa Dalem. Namun, harus dimitigasi bagaimana nanti keamanannya. Saya sudah minta manajemen PSIM untuk melakukan koordinasi dengan semua stakeholder di Maguwoharjo, baik suporter maupun masyarakat," ujar Harda saat ditemui wartawan di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (29/7/2025).
Harda juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi dari manajemen PSIM kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman. Menurutnya, meskipun isu penggunaan Stadion Maguwoharjo ramai dibicarakan di media sosial, secara administratif Pemkab belum menerima permohonan resmi dari manajemen klub tersebut.
"Sebulan dari permohonan itu baru kemarin tiga hari yang lalu ke Sleman. Tapi sampai hari ini belum ada laporan resmi mai ke Pemkab Sleman. Kalau mau ya itu segera diselesaikan. Dan Sleman siap dengan titah Ngarsa Dalem," tegasnya.
Terkait izin-izin dan proses komunikasi dengan manajemen PSIM, Bupati menuturkan bahwa pihaknya tidak bisa memaksa atau mengejar-ngejar pihak klub.
"Semuanya itu bergantung pada manajemen PSIM. Kami kan menunggu. Kan kami enggak bisa ngoyak-ngoyak mereka. Yang punya jadwal dan agenda kan manajemen. Kalau mereka segera, ya kami pasti layani dengan baik dan cepat. Enggak ada birokrasi yang jelimet, enggak ada," imbuhnya.
Selain itu, Harda menegaskan bahwa rivalitas historis antara pendukung Sleman dan PSIM harus menjadi perhatian serius. Hal ini karena sudah terjadi empat korban jiwa akibat konflik antara kedua kelompok suporter.
"Rivalitas pengusung Sleman dan PSIM masa lalu betul-betul harus kita perhatikan. Sudah ada empat nyawa yang meninggal. Itu yang harus kita perhatikan supaya nanti aman betul, tidak ada hal-hal yang merisaukan seperti chaos," ujarnya.
Mengenai kemungkinan Stadion Maguwoharjo digunakan tidak hanya untuk pertandingan tetapi juga latihan PSIM, ia mengatakan secara prinsip tidak ada masalah, asalkan aspek keamanan benar-benar diperhatikan.
"Stadion Maguwoharjo bisa saja untuk pertandingan dan latihan PSIM. Tapi yang penting, sektor keamanan harus betul-betul diterapkan dengan baik supaya tidak ada kejadian seperti masa lalu," tuturnya.
Baca juga: Siap Sambut Operasional Tol Jogja - Solo, Pemkab Sleman Harda Dorong Investasi di Sleman Barat
Kendati demikian, Harda juga menyampaikan bahwa koordinasi keamanan sudah dilakukan antara pihak kepolisian dengan manajemen PSIM.
"Pak Kapolda DIY dan Pak Kapolresta Sleman sudah menyampaikan langkah-langkah yang harus dilakukan oleh manajemen PSIM. Tapi saya hari ini belum ada laporan resmi dari manajemen kepada Pemkab Sleman. Jadi saya masih menunggu," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung