Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 22 JULI 2025 • 14:50 WIB

Cerita Perjuangan Maria Gadis Merauke yang Berhasil Dapat Beasiswa UKT 100 Persen Prodi Kedokteran UGM

Cerita Perjuangan Maria Gadis Merauke yang Berhasil Dapat Beasiswa UKT 100 Persen Prodi Kedokteran UGMPotret Maria Elisabeth Ponda (18), siswi asal Merauke, Papua Selatan. (Istimewa)

JOGJA - Di tengah keterbatasan ekonomi dan hidup jauh dari orang tua, Maria Elisabeth Ponda (18), asal Merauke, Papua Selatan, membuktikan bahwa mimpi besar bisa dicapai siapa saja. Gadis yang akrab disapa Erlin ini resmi diterima di Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Keperawatan, dan Kesehatan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Tidak hanya lolos di salah satu prodi paling bergengsi di Indonesia, Erlin juga mendapat beasiswa Uang Kuliah Tunggal (UKT) 100 persen dari UGM, yang membebaskannya dari seluruh biaya pendidikan.

Saya sampai tidak percaya. Setelah membuka pengumuman, rasanya seperti mimpi yang jadi nyata. Bahkan tekanan darah ayah saya yang sempat 200/190 langsung turun normal saat mendengar kabar saya diterima. Kami semua sangat bersyukur," ujar Erlin, Selasa (22/7/2025).

Tinggal Terpisah dari Orang Tua Sejak SMA Erlin adalah anak tunggal dari pasangan Albertus Dominikus Dei (48) dan Fereonika Sa (40). Ayahnya bekerja sebagai buruh harian di perusahaan sawit, sementara sang ibu adalah ibu rumah tangga. Karena pekerjaan ayahnya mengharuskan tinggal di Distrik Wasur yang berjarak sekitar 66 kilometer dari Kota Merauke, kedua orang tua Erlin tidak bisa menemaninya secara langsung selama ia sekolah.

Ibu ikut menemani Ayah karena Ayah ada sakit darah tinggi dan harus dijaga. Jadi sejak SMA saya tinggal menumpang di rumah keluarga di Merauke, dan hidup sendiri,” tuturnya.

Meski hidup mandiri sejak SMA, Erlin tetap konsisten mencetak prestasi akademik. Ia selalu masuk peringkat 1 atau 2 besar selama tiga tahun di SMAN 1 Merauke, dengan nilai terbaik di pelajaran Biologi, Matematika, dan Agama.

Alasan Bercita-Cita Jadi Dokter Sejak Kecil

Sejak Kecil Keinginan Erlin menjadi dokter bukan semata pilihan karier, melainkan panggilan hati yang sudah tertanam sejak kecil. Ia masih mengingat betul bagaimana sang nenek, yang merawatnya hingga usia tiga tahun, meninggal karena tumor ganas tanpa perawatan medis yang layak akibat keterbatasan biaya.

Sebelum meninggal, Nenek berpesan kepada orang tua saya agar saya disekolahkan tinggi-tinggi supaya bisa jadi dokter dan bantu orang yang tidak mampu bayar,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

Sejak kelas 5 SD, Erlin sudah memantapkan hati untuk menjadi dokter dan menjadikan Universitas Gadjah Mada sebagai tujuan.

"Waktu itu saya pertama kali lihat nama UGM di buku tema SD. Siapa sangka sekarang saya benar-benar kuliah di FK-KMK UGM,” ucapnya. 

Baca juga: Alasan Pakar Kebudayaan UGM Tolak  Penetapan Hari Kebudayaan Nasional 17 Oktober: "Kebudayaan Harus Dihidupi, Bukan Diperingati

Prestasi Erlin

Tak hanya unggul di akademik, Erlin juga aktif mengikuti berbagai lomba dan kegiatan organisasi, terutama Pramuka. Beberapa prestasi yang pernah diraihnya antara lain yakni Medali Emas Cendekia Pelajar Indonesia bidang Kedokteran SMA, Juara 1 Lomba Pengucapan Sumpah Pemuda, Juara 3 Pidato Pramuka, Juara Debat Bahasa Indonesia tingkat nasional mewakili Papua, Juara 2 Lomba Cipta dan Baca Puisi, Juara 3 Pidato Kebangsaan oleh LPP RRI Merauke.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Keterangan Pers

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Cerita Perjuangan Maria Gadis Merauke yang Berhasil Dapat Beasiswa UKT 100 Persen Prodi Kedokteran UGM

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!