Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 01 JULI 2025 • 17:30 WIB

Gunungkidul Raih Capaian Tertinggi Program Genting di DIY, Apa Itu?

Gunungkidul Raih Capaian Tertinggi Program Genting di DIY, Apa Itu?Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto bersama Kepala BKKBN DIY dalam acara sosialisasi program "Genting" di wilayah Panggang, pada Selasa (1/7/2025). (Istimewa)

JOGJA - Kabupaten Gunungkidul mencatatkan capaian tertinggi dalam pelaksanaan Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Program Genting sendiri menjadi bagian dari upaya nasional percepatan penurunan stunting melalui pendekatan berbasis komunitas. Dengan dukungan dari para orang tua asuh, diharapkan intervensi gizi dan pengasuhan dapat menjangkau keluarga-keluarga yang membutuhkan secara lebih efektif.

Dengan demikian, program tersebut dinilai berhasil mendorong kolaborasi dan gotong royong lintas sektor dalam menekan angka stunting di tingkat lokal.

Kepala Perwakilan BKKBN DIY, Mohamad Iqbal Apriansyah, mengungkapkan capaian tersebut saat acara launching dan sosialisasi Program Genting di Balai Kalurahan Giri Mulyo, Kapanewon Panggang, Selasa (1/7/2025).

Keaktifan program Genting di Gunungkidul tertinggi di DIY. Setiap aktivitas dilaporkan secara sistematis melalui aplikasi. Ini menjadi bukti nyata bahwa Gunungkidul sangat serius dalam menangani isu stunting,” ujar Iqbal.

Iqbal menjelaskan bahwa Program Genting merupakan salah satu quick wins dari Kementerian yang menekankan prinsip gotong royong. Menurutnya, program ini tidak hanya menyasar pemenuhan gizi bagi anak-anak berisiko stunting, tetapi juga aspek pengasuhan, terutama dalam masa krusial 1.000 hari pertama kehidupan.

“Kita tidak hanya bicara makanan tambahan, tetapi juga soal pengasuhan. Bahkan calon orang tua asuh bisa memilih peran sesuai kapasitasnya. Kami sudah siapkan data anak-anak yang membutuhkan,” jelas Iqbal.

Baca juga: Dosen FMIPA UGM Sebut Sistem Dinamik Berperan Penting dalam Prognosis Kanker

Kemudian, Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, turut menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat dan pemangku kepentingan dalam mendukung Program Genting. Ia menilai inisiatif ini lebih dari sekadar intervensi teknis, tetapi merupakan panggilan moral untuk menyelamatkan masa depan generasi. 

Ini bukan sekadar program, tetapi gerakan moral dan panggilan hati untuk melindungi masa depan generasi bangsa. Karena stunting bukan hanya soal data, melainkan soal nasib anak-anak kita. Kalau kita abai, kualitas sumber daya manusia ke depan bisa menurun,” tegas Joko.

Baca juga: Selama Libur Tahun Baru Islam, KAI Daop 6 Amankan Barang Tertinggal Senilai Puluhan Juta Rupiah

Joko menambahkan bahwa penanganan stunting harus menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, hingga organisasi kemasyarakatan. 

Melalui Program Genting ini, mari kita pastikan tidak ada anak yang tertinggal karena kekurangan gizi. Kita jaga tumbuh kembang mereka, kita dampingi keluarga yang membutuhkan,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan gizi secara simbolis kepada 10 balita di wilayah Kapanewon Panggang. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Gunungkidul Raih Capaian Tertinggi Program Genting di DIY, Apa Itu?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!