JOGJA - Pembangunan Gedung Baru Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DPRD DIY) di Jalan Kenari terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data progres pelaksanaan pekerjaan pada Minggu ke-69 per 12 Juli 2026, realisasi pembangunan telah mencapai 81,745 persen.
Sekretaris DPRD DIY selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan gedung, Yudi Ismono, S.Sos., M.Acc., mengatakan bahwa capaian tersebut berhasil melampaui target rencana yang dipatok sebesar 80,368 persen, atau mencatatkan deviasi positif sebesar 1,377 persen.
"Pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai perencanaan, bahkan berada di atas target yang telah ditetapkan. Progres positif ini menjadi indikator komitmen seluruh pihak yang terlibat dalam menjaga kualitas pekerjaan, ketepatan waktu, serta pelaksanaan pembangunan sesuai spesifikasi teknis yang berlaku," ujar Yudi, pada Jumat (17/7/2026).
Dalam rangka memastikan pembangunan tetap on-track, sebelumnya Pimpinan DPRD DIY bersama Gubernur DIY dan jajaran OPD terkait melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek pada Rabu (15/7/2026). Pada kesempatan tersebut, beliau memberikan apresiasi atas capaian progres pembangunan, sekaligus memberikan sejumlah arahan terkait penyempurnaan estetika bangunan.
Baca juga: Tinjau Langsung Proyek Strategis Gedung Baru DPRD DIY, KPK Kawal Ketat Pembangunan
Terkait arahan tersebut, Yudi menjelaskan bahwa Gubernur meminta penambahan ornamen pada elemen arsitektur gedung agar lebih merepresentasikan identitas budaya Yogyakarta.
"Kami pikir kalau melihat dari respons Pak Gubernur, beliau sangat berkenan. Catatan itu biasa karena memang desain gambar yang direncanakan dari awal seperti itu. Namun dalam perkembangannya muncul arahan dari beliau agar tidak semata-mata plengkung, tetapi dipasangkan dengan ornamen-ornamen. Tadi juga sudah kami diskusikan dengan Dinas PUPESDM agar setiap plengkung dibuat dengan ornamen dari tembaga," jelas Yudi.
Menurut Yudi, penambahan ornamen ini tidak akan mengubah konsep utama bangunan, melainkan memperkuat karakter arsitektur gedung agar selaras dengan identitas budaya lokal.
Sehingga, menurut Yudi, pemindahan lokasi gedung dari Jalan Malioboro ke Jalan Kenari merupakan langkah strategis Pemda DIY. Selain menghadirkan fasilitas yang lebih representatif bagi fungsi legislasi dan pelayanan masyarakat, relokasi ini bertujuan mengoptimalkan kawasan Malioboro sebagai pusat wisata dan sejarah. Gedung lama nantinya akan difungsikan untuk mendukung proyek strategis Jogja Planning Gallery (JPG).
Saat ini, pekerjaan konstruksi terus diawasi ketat oleh penyedia jasa, konsultan pengawas, konsultan manajemen konstruksi, serta Sekretariat DPRD DIY. Mengingat progres yang berada di atas target, pihak Sekretariat DPRD DIY optimis seluruh tahapan dapat rampung sesuai jadwal kontrak pada 6 Desember 2026 mendatang.
"Kami optimis seluruh tahapan pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga gedung baru dapat segera dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD DIY serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," pungkas Yudi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dikirim Di Grup WA