Jumat, 08 MEI 2026 • 14:45 WIB

Jelang Idul Adha 2026, Sapi Madura dan Bali Jadi Favorit Kurban di Kota Jogja, Ini Alasannya Beserta Harganya

Author

Pemantauan hewan kurban di Kota Yogyakarta oleh jajaran Pemkot, pada Jumat (8/5/2026). (Olivia Rianjani)

JOGJA - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, aktivitas perdagangan hewan kurban di Kota Yogyakarta mulai meningkat. Namun, pelaku usaha memperkirakan adanya penurunan penjualan dibandingkan tahun sebelumnya akibat berkurangnya jumlah peserta kurban di masyarakat.

Pemilik UD Segar Farm Yogyakarta, Sudiharsoyo, mengatakan bahwa sapi dengan harga Rp23 juta hingga Rp25,5 juta masih menjadi segmen yang paling banyak diminati pembeli. Untuk memenuhi permintaan tersebut, ia harus mendatangkan sapi dari luar daerah seperti Madura dan Bali.

"Untuk sapi yang diminati saat ini berada di kisaran Rp 23 juta sampai Rp 25,5 juta. Kami banyak mengambil dari Madura karena kalau lokal jarang yang sesuai harga itu tapi umurnya sudah cukup," ujarnya di Pakuncen, Kota Yogyakarta, Jumat (8/5/2026).

Ia menjelaskan, sapi dari Madura dan Bali cenderung dipilih karena sudah memenuhi syarat usia kurban meski ukuran tubuhnya tidak sebesar sapi lokal.

"Kalau sapi lokal biasanya belum cukup umur di harga segitu. Tapi sapi Madura dan Bali meskipun kecil, umurnya sudah memenuhi ketentuan," katanya.

Dari berbagai jenis yang dipasarkan, sapi limosin asal Bali masih menjadi primadona dengan harga berkisar Rp25 juta hingga Rp30 juta. Sementara sapi Madura berada di kisaran lebih rendah.

Sudiharsoyo menyebut saat ini pihaknya menyiapkan sekitar 92 ekor sapi dan berencana menambah stok hingga 250 - 300 ekor menjelang puncak Idul Adha. Namun, ia memperkirakan total penjualan justru akan menurun.

"Kalau tahun ini kemungkinan tidak sampai 250 ekor, sedangkan tahun lalu bisa 302 ekor," ungkapnya.

Menurutnya, penurunan ini juga dipengaruhi perubahan pola pembelian di masyarakat. Ia menyebut banyak kelompok kurban kini mengurangi jumlah hewan yang dibeli.

"Panitia kurban sekarang biasanya yang pesan enam jadi lima, yang lima jadi empat. Jadi memang ada kecenderungan penurunan," katanya.

Harga Hewan Kurban Naik 2 Juta Per Ekor

Selain itu, harga hewan kurban juga mengalami kenaikan sekitar Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta per ekor akibat naiknya harga karkas di pasaran.

Di sisi lain, Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Yogyakarta memastikan kondisi kesehatan hewan kurban di wilayah tersebut masih aman dari penyakit menular seperti PMK maupun antraks.

Baca juga: Wajah Baru Jantung Kota Jogja, Pemkot Ubah TKP Senopati Jadi Pangkalan Resmi Andong dan Becak, Para Kurir Bakal Kenakan Lurik

Sementara itu, Kepala DPP Kota Yogyakarta, Sukidi, menegaskan hasil pemantauan menunjukkan tidak adanya temuan kasus penyakit pada ternak.

"Dari hasil pemantauan, tidak ditemukan kasus PMK. Kota Yogyakarta masih termasuk wilayah yang aman," ujarnya.

Meski begitu, ia menekankan bahwa setiap hewan yang masuk ke wilayah Yogyakarta wajib dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Hewan tanpa dokumen tersebut akan ditolak.

Disebutnya juga, pengawasan tidak hanya dilakukan sebelum penjualan, tetapi juga saat proses penyembelihan. Sekitar 135 petugas, termasuk dokter hewan dan akademisi, akan dilibatkan untuk pemeriksaan ante mortem dan post mortem.

"Kalau secara fisik tidak sehat, kita tidak izinkan masuk," tegasnya.

Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan DPP Kota Yogyakarta, Sri Panggarti, menambahkan bahwa pedagang musiman atau Pasar Tiban juga wajib memenuhi ketentuan administratif dan kesehatan.

"Tempat penjualan hewan kurban wajib memiliki izin dari kemantren dengan rekomendasi kelurahan, serta hewan harus membawa SKKH," jelasnya.

Baca juga: PERADI Turun Tangan Kasus Kekerasan Daycare Littel Aresha Jogja, Kawal Hak Restituasi Hingga Dampak Psikologis Korban

Oleh karena itu, ia mengingatkan bahwa lokasi penjualan tidak boleh menggunakan fasilitas umum maupun aset pemerintah.

"Dilarang menggunakan aset pemerintah seperti trotoar, jalan, maupun bangunan pemerintah,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU