Soroti Kedekatan Presiden Prabowo - Seskab Teddy Amien Rais Minta Seskab dialihkan ke Posisi "Tidak Dekat"
JOGJA - Amien Rais menyoroti kedekatan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Pernyataan tersebut menjadi perhatian publik setelah beredar dalam bentuk video di media sosial.
Mantan Ketua MPR RI itu menyampaikan pentingnya menjaga prinsip demokrasi, termasuk kebebasan berpendapat. Hal itu disampaikannya di sela agenda Musyawarah Nasional (Munas) Partai Ummat di Sleman, Minggu (3/5/2026).
"Demokrasi itu kebijakan baik kalau kebebasan mengemukakan pendapat tidak dibatasi, tidak diperangus," ujar Amien.
Ia menegaskan bahwa perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi, selama menyangkut kepentingan bangsa. Kritik, menurutnya, tidak boleh dimaknai sebagai bentuk permusuhan.
Baca juga: Presiden Prabowo Dijadwalkan Dampingi Keberangkatan Calon Jemaah Haji Kloter 1 di Jogja
Amien juga menyoroti peran Teddy yang dinilai memiliki pengaruh besar dalam akses terhadap Presiden. Ia mengaku memperoleh informasi dari berbagai sumber terkait posisi strategis tersebut.
"Saya melihat ini Pak Teddy hanya ‘nggulet’ terus. Sampai-sampai yang menentukan tamu siapa, menteri mana yang bisa ketemu Pak Prabowo itu si Teddy ini," katanya.
Ia bahkan mengaku mendapatkan cerita dari seorang pejabat yang kesulitan bertemu Presiden karena kendala akses.
"Saya punya teman menteri yang bilang, mau ketemu presiden kadang tidak bisa karena dibilang belum ada waktu, padahal Pak Prabowo ada," jelasnya.
Menurut Amien, kondisi tersebut berpotensi menjadi hambatan dalam jalannya pemerintahan. Ia pun menyarankan agar peran tersebut dievaluasi tanpa harus memberikan sanksi berlebihan.
"Cukup diberikan posisi lain yang tidak terlalu dekat, sehingga tidak menjadi beban dalam kepemimpinan," tegasnya.
Selain itu, Amien juga menyinggung pentingnya konsolidasi internal Partai Ummat melalui Munas. Ia menyebut agenda tersebut sebagai momentum membangun semangat bersama sekaligus menatap masa depan politik yang lebih baik.
"Kita membangun kebersamaan dan konsolidasi, agar masa depan lebih baik dari masa sekarang," ucapnya.
Amien juga menegaskan bahwa lawan politik bukan didasarkan pada perbedaan identitas, melainkan pihak-pihak yang dianggap merugikan kepentingan bangsa, khususnya dalam pengelolaan sumber daya.
"Lawan kita adalah orang-orang yang merusak negeri ini, yang menjadikan kekuasaan untuk mengalirkan sumber daya ke luar negeri," pungkasnya.
Sebelumnya, pernyataan Amien Rais yang menyinggung Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menuai polemik. Pihak Partai Ummat menyatakan bahwa Amien hanya menyampaikan kegelisahannya dan mempersilakan pihak yang keberatan untuk menempuh jalur hukum.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung