UGM Lepas 789 Wisudawan Pascasarjana Hari Ini, Rektor UGM : "Jaga Integritas dan Implementasikan Ilmu"
JOGJA - Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mengukuhkan lulusan terbaiknya pada prosesi Wisuda Program Pascasarjana hari kedua yang digelar di Grha Sabha Pramana, Kamis (23/4/2026). Pada hari ini, sebanyak 789 lulusan resmi menyandang gelar baru, melengkapi total 1.663 wisudawan yang dilepas selama dua hari berturut-turut.
Dalam pidatonya, Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi para wisudawan yang telah menuntaskan pendidikan di salah satu kampus terbaik Indonesia tersebut. Ia menekankan bahwa kelulusan ini bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan tanggung jawab moral baru.
"Semoga seluruh lulusan UGM yang diwisuda hari ini senantiasa tekun mengembangkan dan mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang berdampak bagi bangsa," ujar Prof. Ova.
Lebih lanjut, Ova mengingatkan bahwa status baru sebagai anggota Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) menuntut para lulusan untuk menjunjung tinggi etika.
"Tetap jaga nama baik almamater maupun martabat dan moralitas pengetahuan, serta integritas profesi dalam berkarya," katanya.
Senada, Wakil Ketua Umum PP KAGAMA, Prof. Dr. Drs. Paripurna P. Sugarda, S.H., M.Hum, L.L.M., mengingatkan para wisudawan mengenai ekspektasi masyarakat yang akan mereka hadapi di dunia kerja maupun sosial. Ia menekankan filosofi, serta menjelaskan bahwa jargon KAGAMA tersebut memiliki makna mendalam: saling membantu, meminimalisir perbedaan pendapat, dan senantiasa berguna bagi lingkungan sekitar.
"Guyub, Rukun, Migunani" sebagai kompas dalam bertindak. Begitu teman-teman kembali ke daerah masing-masing dan menyandang status anggota KAGAMA, maka rasakan, teman-teman akan disukai sekaligus di waktu yang sama akan diminta banyak membantu masyarakat," ujarnya.
Mewakili rekan-rekannya, Agung Giri Samudra dari Program Doktor Fakultas Farmasi memberikan refleksi yang menyentuh mengenai proses belajar di UGM. Baginya, UGM telah membentuk pola pikir yang kritis dan jujur dalam menghadapi realitas yang kompleks.
"Kita tidak hanya membawa gelar, tetapi cara berpikir untuk tidak langsung percaya tanpa memahami, cara untuk tidak menyederhanakan sesuatu yang kompleks, dan cara untuk tetap jujur bahkan saat lebih mudah untuk tidak jujur. Kita tidak harus selalu tahu arah sejak awal, namun kita harus jujur di setiap langkah yang kita ambil," ungkap Agung.
Baca juga: Didominasi Perempuan, UGM Wisuda 1.638 Lulusan Pascasarjana
Agung menutup pesannya dengan ajakan agar seluruh rekan angkatannya terus mengamalkan nilai integritas dan pengabdian yang menjadi identitas UGM.
"Hari ini bukan hanya tentang kita telah selesai, tetapi tentang kita telah cukup siap untuk menghadapi dunia yang tidak pernah benar-benar selesai," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dikirim Melalui E-mail