JOGJA - Pertamina Patra Niaga melalui subholding Commercial and Trading resmi meluncurkan program Green Movement UCO, sebuah inisiatif pengumpulan minyak jelantah dari masyarakat. Program ini memungkinkan warga menukarkan minyak jelantah menjadi saldo e-wallet melalui aplikasi MyPertamina. Program tersebut menggandeng Noovoleum yakni merupakan perusahaan pengumpul minyak jelantah bersertifikasi internasional. Pengumpulan minyak jelantah dilakukan dari berbagai titik, termasuk SPBU dan rumah sakit yang berada di bawah naungan IHC Pertamina.
Hal ini dibenarkan Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufik Kurniawan, mengatakan bahwa program ini merupakan langkah nyata perusahaan dalam mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
"Program Green Movement UCO ini tidak hanya mendukung upaya keberlanjutan lingkungan dengan mengurangi limbah minyak jelantah, tetapi juga memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat. Melalui inisiatif ini, kami berharap dapat mendorong kesadaran lingkungan sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi dari limbah rumah tangga," ujarnya saat ditemui di Masjid Jogokariyan, Kota Yogyakarta, pada Rabu (18/2/2026).
Menurut Taufik, peluncuran di Jogja sendiri akan dilakukan di masjid tersebut dan menjadi yang pertama sebelum kemudian akan diperluas ke sejumlah titik lainnya di Jogja.
"Nanti kita juga ada aktivasi, ini program baru di Jogja yaitu Jelantah Jadi Rupiah. Kalau kemarin sempat dengar program tukar jelantah jadi rupiah melalui aplikasi MyPertamina, ini kita hadirkan perdana di sini, dan nanti akan serentak di 10 titik lainnya di Jogja," katanya.
Sehingga melalui program ini, kata dia, masyarakat cukup mengumpulkan minyak jelantah dan menukarkannya melalui mekanisme yang terintegrasi dengan aplikasi MyPertamina untuk mendapatkan saldo e-wallet.
"Inisiatif tersebut diharapkan mampu mengurangi praktik pembuangan minyak jelantah sembarangan yang berpotensi mencemari lingkungan, sekaligus menciptakan ekosistem ekonomi sirkular di tingkat rumah tangga," pungkas Taufik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wawancara Langsung