Rabu, 04 FEBRUARI 2026 • 16:10 WIB

Pemkot Yogyakarta Gencarkan Vaksinasi PMK pada Sapi dan Kambing-Domba Total 120 Dosis

Author

Vaksinasi PMK di kelompok ternak Bener, Tegalrejo, Kota Yogyakarta, Selasa (3/1/2026). (Istimewa)

JOGJA - Pemkot Yogyakarta melalui Dinas Pertanian dan Pangan terus meningkatkan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi, kambing, dan domba. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi karena kasus PMK kembali meningkat di beberapa kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), meski hingga kini belum ditemukan kasus di Kota Yogyakarta.

Medik Veteriner Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, drh. Imam Abror, menjelaskan bahwa vaksinasi diberikan sebagai langkah preventif agar ternak di Kota Yogyakarta terlindungi dari potensi penularan PMK, terutama dari hewan yang berasal dari luar daerah.

"Ini coba kita berikan langkah preventif untuk diberikan vaksin PMK supaya sapi-sapi (dari luar) yang kemudian nanti masuk ke Kota Yogyakarta tidak menulari sapi-sapi dan kambing domba yang ada di Kota Yogyakarta," ujar drh. Imam saat ditemui di kelompok ternak Bener, Tegalrejo, Selasa (3/1/2026).

Dalam kegiatan vaksinasi di kelompok ternak Bener, vaksin diberikan kepada 9 ekor sapi dan 19 ekor domba. Vaksinasi pada sapi sebagian besar merupakan dosis booster, sedangkan pada domba banyak diberikan sebagai vaksin pertama. Rencana vaksinasi lebih luas akan digelar pada 3 - 5 Februari 2026 dengan persiapan sekitar 120 dosis, menargetkan 40 ekor sapi dan 160 ekor kambing-domba.

Diketahui, PMK disebabkan oleh virus Aphthovirus yang menyerang hewan berkuku belah, termasuk sapi, kambing, dan domba. Gejalanya antara lain luka atau lesi pada mulut dan kaki, hingga hewan sulit berdiri atau bahkan mengalami lepas kuku. Meskipun tingkat kematian tidak tinggi, penyakit ini dapat menurunkan produktivitas ternak sehingga menimbulkan kerugian ekonomi bagi peternak.

"Dampak buruknya terutama kerugian ekonomi. Walaupun tingkat kematian di hewan tidak terlalu tinggi, tapi bisa berdampak sapi maupun domba kambing memiliki rasa sakit yang tinggi. Produktivitas akan menurun, berat badan akan menurun, sehingga kerugian peternak itu ada di situ," jelas drh. Imam.

Baca juga: Viral PKL Sate Malioboro Guling - Guling Histeris Dagangannya diangkut, Pemkot Jogja Perketat Patroli Lawan PKL Bandel

Sehingga, ia mengimbau peternak untuk melaporkan ternak mereka ke Dinas Pertanian dan Pangan jika ingin divaksin. Selain itu, bagi yang ingin membeli ternak, disarankan untuk tidak dulu membeli sapi, kambing, atau domba dari daerah lain untuk mencegah penularan PMK.

"Jika terpaksa membeli, pembelian harus disertai surat keterangan kesehatan hewan dari asal ternak dan dilaporkan ke petugas," tegas drh. Imam.

Sementara itu, Ketua Kelompok Ternak Sapi Tri Handani Rejo, Banardi, menyampaikan apresiasinya terhadap program vaksinasi ini.

"Sangat-sangat mendukung sekali programnya untuk vaksinasi PMK yang kedua kali (booster). Sangat membantu untuk kesehatan ternak sapi-sapi itu sendiri. Kami mohon jangan sampai bisa tertular dari daerah lain. Kita rutin pembersihan sapi, sanitasi dari kesehatan hewan itu sendiri, lingkungannya. Lebih hati-hati dan lebih memperhatikan ternak kesehatan ternaknya. Harapan dari peternak sendiri, sapi itu sehat-sehat betul dan untuk penambahan kesejahteraan peternak," ujar Banardi yang memiliki empat ekor sapi.

Baca juga: Tahun Ini Pemkot Jogja Anggarkan Rp 14,8 Miliar Atasi Genangan Air Hujan

Senada, peternak domba, Dede Nugroho, juga menyambut baik vaksinasi tersebut.

"Biar tidak terkena (PMK). Biar sehat," ucapnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Rilis

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU