Jumat, 12 DESEMBER 2025 • 17:45 WIB

Guru Besar UGM Usul Sebagian Dana MBG Difokuskan untuk Daerah Terdampak Bencana

Author

Salah satu giat program MBG di SD Kabupaten Sleman. (Olivia Rianjani)

JOGJA - Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Prof. Dr.rer.soc. R. Agus Sartono, M.B.A., mengusulkan agar sebagian besar dana Masukan Belanja Guru (MBG) difokuskan untuk pemulihan pendidikan di daerah-daerah yang terdampak bencana.

Hal ini disampaikan menyusul bencana alam yang terjadi belakangan ini, mulai dari erupsi Gunung Semeru hingga banjir besar yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Agus menjelaskan bahwa kemampuan penyerapan dana MBG pada tahun 2025 baru sekitar Rp60 triliun, sedangkan anggaran MBG 2026 diperkirakan mencapai Rp375 triliun yang diambil dari 20 persen APBN/APBD untuk fungsi pendidikan.

"Saya berpendapat akan jauh lebih bijaksana apabila sebagian dana MBG direlokasi untuk mengembalikan infrastruktur pendidikan terlebih dahulu, khususnya di daerah terdampak bencana,” ujarnya, Jumat (12/12/2025).

Baca juga: DIY Prediksi Kenaikan Mobilitas 6 Persen Saat Nataru 2025, Dishub Sleman Intensifkan Uji Kelayakan Kendaraan

Menurut Agus, langkah dasar yang harus dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah adalah memastikan bantuan darurat tersedia secepat mungkin untuk meminimalisir korban jiwa. Bantuan berupa tenda darurat, dapur umum, air bersih, listrik, dan makanan menjadi prioritas.

"Penempatan korban di tenda pengungsian akan memudahkan distribusi bantuan kesehatan, pakaian, dan makanan. Di tahap inilah penanganan anak-anak usia sekolah mulai dapat dilakukan," jelasnya.

Agus juga menekankan pentingnya trauma healing bagi anak-anak korban bencana. Relawan dapat mengajak anak-anak bermain dan bernyanyi di tenda pengungsian untuk mengurangi kecemasan dan ketakutan, sekaligus mendukung kesehatan mental mereka.

Namun, ia mengingatkan bahwa pendidikan daring tidak realistis dilakukan di daerah terdampak karena keterbatasan listrik, komunikasi, dan sarana-prasarana.

"Lebih bijaksana lagi, jika capaian pendidikan di daerah bencana tidak dipaksakan sama dengan daerah lain," tegasnya.

Selain itu, Agus menyoroti kebutuhan bantuan tunai bagi siswa dan orang tua. Bantuan ini akan digunakan untuk kebutuhan pokok seperti pakaian, alat tulis, dan dukungan hidup sementara. Ia juga menekankan pentingnya konseling bagi guru terdampak agar mereka siap kembali mengajar.

Baca juga: Jelang Nataru 2025, Dishub Sleman Beberkan Kelayakan Bus Pariwisata, Minimal Ada Pemecah Kaca Dan Ukuran Ban 1 Milimeter

Kendati demikian, Agus mengingatkan pemerintah untuk menyiapkan edukasi tanggap bencana bagi masyarakat dan menghentikan deforestasi sebagai upaya mitigasi bencana di masa depan.

"Jika ini gagal dilakukan, kita hanya akan meratapi satu bencana disusul bencana lainnya. Semoga semua tersadar akan pentingnya pembangunan berkelanjutan," pungkasnya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Melalui E-mail

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU