Selasa, 25 NOVEMBER 2025 • 16:15 WIB

Wilayah Moyudan Dipilih Kementan Jadi Percontohan Kampung Peramalan Hama Tanaman di DIY

Author

Wilayah Moyudan Kabupaten Sleman kini menjadi salah satu wilayah percontohan program Kampung Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) yang diluncurkan oleh Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementan RI. (Istimewa)

JOGJA - Kabupaten Sleman kini menjadi salah satu wilayah percontohan program Kampung Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) yang diluncurkan oleh Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan) RI. Peluncuran program ini digelar di Kalurahan Sumbersari, Moyudan, Sleman, belum lama ini, dan ditandai dengan penanaman padi serta pemotongan tumpeng oleh jajaran Kementan bersama Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa.

Mewakili Dirjen Tanaman Pangan, Sekretaris Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan RI, Akhmad Musyafak mengatakan program tersebut bertujuan untuk mendeteksi dan memprediksi populasi hama serta penyakit tanaman, sehingga petani bisa mengambil keputusan lebih tepat terkait waktu tanam, varietas yang dipilih, dan langkah pengendalian hama terpadu.

"Program kampung peramalan ini berkelanjutan dan menjadi percontohan dalam penerapan pengamatan, peramalan, serta pengendalian OPT jika diperlukan," ujarnya.

Menurutnya, Sleman dipilih menjadi salah satu dari empat wilayah percontohan di Indonesia, khususnya wilayah Moyudan, karena memiliki potensi pertanian dengan kasus tikus endemis yang cukup tinggi.

Baca juga: Pemkab Gunungkidul Revitalisasi Sistem Siskamling untuk Persempit Peredaran Miras

"Para petani nantinya dapat langsung menyaksikan proses peramalan dan pengendalian hama secara detail di bawah bimbingan Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT)," kata Musyafak.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menyatakan dukungannya terhadap program tersebut.

"Pengendalian hama merupakan salah satu persoalan utama di Sleman Barat. Dengan adanya kampung peramalan OPT, kami berharap petani dapat mengambil keputusan lebih cepat, tepat, dan akurat,” ujarnya.

Baca juga: Dihadapan Calon Wisudawan UGM, Wali Kota Yogya Hasto Ingatkan Anak Muda Jangan Jadi ‘Generasi Stroberi’

Danang menambahkan bahwa program ini sejalan dengan arah pembangunan pertanian modern yang menekankan presisi, efisiensi, dan keberlanjutan. Ia juga menekankan komitmen Pemkab Sleman untuk mendorong digitalisasi pertanian melalui sistem informasi, sensor lapangan, peningkatan kapasitas penyuluh, serta kolaborasi dengan perguruan tinggi.

"Kami berharap Kampung Peramalan OPT ini tidak hanya berhenti sebagai proyek percontohan, tetapi bisa menjadi model yang direplikasi di wilayah lain,” tandas Danang. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Di Grup WA

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU