Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 25 NOVEMBER 2025 • 14:45 WIB

Jadi Wilayah Tinggi Risiko Kebakaran, Wabup Gunungkidul Bersama BPBD Gencarkan Sosialisasi dan Simulasi Penanggulangan

Jadi Wilayah Tinggi Risiko Kebakaran, Wabup Gunungkidul Bersama BPBD Gencarkan Sosialisasi dan Simulasi PenanggulanganSosialisasi dan Simulasi Penanggulangan Kebakaran yang digelar UPT Pemadam Kebakaran BPBD Gunungkidul di Balai Kalurahan Njetis, Kapanewon Saptosari, Selasa (25/11/2025) (Istimewa)

JOGJA - Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, membuka kegiatan Sosialisasi dan Simulasi Penanggulangan Kebakaran yang digelar UPT Pemadam Kebakaran BPBD Gunungkidul di Balai Kalurahan Njetis, Kapanewon Saptosari, Selasa (25/11/2025). Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap ancaman kebakaran yang masih menjadi persoalan serius di wilayah setempat.

Kepala BPBD Gunungkidul, Purwono, mengatakan sosialisasi digelar berdasarkan karakteristik geografis dan sosial Kabupaten Gunungkidul yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Ia menyebut luas wilayah Gunungkidul mencapai 46 persen dari total wilayah DIY dan sebagian besarnya berupa kawasan hutan seluas lebih dari 16 ribu hektare.

"Pada musim kemarau, vegetasi sangat kering dan sensitif terhadap api. Kondisi ini membuat potensi kebakaran lahan meningkat signifikan,” ujarnya.

BPBD Gunungkidul juga mencatat tren kenaikan kasus kebakaran setiap tahun. Di sisi lain, sarana prasarana pemadam masih terbatas, hanya memiliki dua pos di Wonosari dan Karangmojo. Belum adanya regulasi khusus terkait pencegahan kebakaran juga disebut menjadi tantangan tersendiri.

Purwono menambahkan, kegiatan ini berlandaskan sejumlah aturan, di antaranya PP No. 2/2018, Permendagri No. 114/2018, dan Perbup Gunungkidul No. 148/2021 tentang pembentukan dan tata kerja UPT Pemadam Kebakaran.

Kendati begitu, melalui sosialisasi tersebut, ia berharap masyarakat dapat meningkatkan kesadaran, memahami langkah penanganan dini, hingga berperan aktif dalam pengawasan sarana-prasarana pemadam.

"Kami juga mendorong terbentuknya relawan kebakaran berbasis lingkungan sebagai upaya penguatan di tingkat masyarakat," jelas Purwono.

Baca juga: Unik, Candi Prambanan Dan Penguji Dari Jerman Jadi Saksi Pelaksanaan UAS Mahasiswa UNY

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Joko Parwoto menilai kebakaran masih menjadi ancaman nyata karena berbagai faktor, mulai dari korsleting listrik, kelalaian penggunaan kompor gas, hingga pembakaran sampah yang tidak terkendali. Ia juga menyoroti keterbatasan waktu tanggap layanan pemadam yang belum mencakup seluruh wilayah Gunungkidul.

"Pencegahan dan kesiapsiagaan adalah kunci utama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri; sinergi pemerintah dan masyarakat menjadi fondasi sistem penanggulangan kebakaran yang efektif,” tegasnya.

Lanjut Joko juga berharap kegiatan sosialisasi dan simulasi ini dapat meningkatkan kewaspadaan warga serta kemampuan menangani kondisi darurat.

"Saya berharap peserta bisa memahami dan mempraktikkan langkah-langkah penanganan awal, termasuk penggunaan APAR dan karung basah,” ujarnya.

Baca juga: Unik, Candi Prambanan Dan Penguji Dari Jerman Jadi Saksi Pelaksanaan UAS Mahasiswa UNY

Ia juga mengapresiasi BPBD, UPT Pemadam Kebakaran, serta pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara. Menurutnya, keberhasilan kegiatan ini ditentukan oleh sejauh mana materi dapat dipahami dan diterapkan masyarakat dalam keseharian.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dikirim Di Grup WA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Jadi Wilayah Tinggi Risiko Kebakaran, Wabup Gunungkidul Bersama BPBD Gencarkan Sosialisasi dan Simulasi Penanggulangan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!