Kamis, 18 SEPTEMBER 2025 • 14:40 WIB

Wamen Komdigi Apresiasi Kabupaten Sumedang Berhasil Turunkan Stunting Melalui Big Data

Author

Wamen Komdigi, Nizar Patria saat memaparkan di MM UGM, pada Kamis (18/9/2025). (Olivia Rianjani)

JOGJA - Wakil Menteri (Wamen) Komunikasi dan Digital (Komdigi), Nizar Patria, menyoroti pentingnya pemanfaatan big data dalam mendukung layanan publik dan pengambilan keputusan yang berbasis data, khususnya dalam mengatasi persoalan sosial seperti stunting.

Hal itu ia sampaikan dalam Seminar Nasional dan Penghargaan Gadjah Mada Digital Transformation Index 2025 yang digelar di Magister Manajemen UGM, Yogyakarta, Kamis (18/9/2025).

Dalam paparannya itu, Nizar mencontohkan keberhasilan Kabupaten Sumedang dalam memanfaatkan platform digital dan big data untuk menurunkan angka stunting secara signifikan.

“Saya ingin berbagi cerita tentang bagaimana big data ini dipakai di satu kabupaten untuk mengatasi problem statik ada di Kabupaten Sumedang. Ada yang hadir dari Sumedang? Ya, itu. Nanti mungkin bisa berbagi ya, bagaimana pemanfaatan platform digital di Sumedang ya, misal untuk stunting. Dan itu mampu menurunkan angka stunting secara signifikan,” ujar Nizar.

Ia menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari pemantauan intensif yang dilakukan oleh pemerintah daerah, mulai dari masa kehamilan hingga pemenuhan gizi anak.

“Nah, itu saya kira pemanfaatan big data dari ibu hamil sampai dengan asupan gizinya ya, Pak ya, itu bisa dipantau, dan dengan pemantauan yang intens oleh pemerintah, itu bisa menurunkan angka stunting,” ucapnya.

Kendati begitu, Nizar menekankan pentingnya pengelolaan big data yang baik agar kebijakan pemerintah bisa tepat sasaran.

“Nah, ini bagaimana big data itu bisa dikelola dengan baik. Sehingga intervensi kebijakan itu tepat sasaran. Nanti mohon kalau dibagi ceritanya di Sumedang, saya kira itu sukses story tentang bagaimana pemanfaatan big data ini untuk mengatasi stunting,”  jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya inovasi dan kreativitas dalam memanfaatkan data yang melimpah untuk prediksi dan pengambilan keputusan berbasis fakta.

“Yang paling penting adalah inovasi dan kreativitas kita seperti data begitu berlimpah, kita mencatatnya selalu. Sekarang bagaimana kita membuat satu prediksi yang kita sebut dengan bukan cuma forecast, tapi juga no-guess. Apa yang dibutuhkan sekarang ya menjadi basis keputusan-keputusan penting kita,”  tegasnya.

Baca juga: Penjelasan Wamen Komdigi Nizar Patria Soal "Satu Orang Satu Akun Medsos" : Mau Satu Dua Akun Boleh, Tetapi...

Adapun terkait infrastruktur digital, Nizar mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini tengah membangun Pusat Data Nasional sebagai upaya efisiensi dan peningkatan layanan publik.

“Kami menerima banyak sekali permintaan-permintaan dari rekan-rekan yang ada di kabupaten maupun kota tentang pemakaian server. Saya tahu ini menjadi isu yang cukup krusial. Apalagi di tengah efisiensi dan lain-lain, itu banyak sekali proposal-proposal dan permintaan untuk memakai ruang server atau bahkan ada juga uang pembelian server dan lain-lain, tapi semuanya harus direview lagi karena ada efisiensi,” ujarnya.

“Nah, sebetulnya kita bisa melihat kembali ataupun melakukan update kebutuhan apakah memang server itu diperlukan oleh masing-masing pemerintah kota ataupun kabupaten, atau kita bisa menggunakan pusat-pusat data yang sudah tersedia saat ini,” imbuhnya.

Sebagai bagian dari dukungan kepada pemerintah daerah, Komdigi juga mendorong berbagai inisiatif, termasuk penguatan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) serta program Smart City.

“Di Komdigi juga kita mendukung layanan digital kepada pemerintah daerah melalui sejumlah inisiatif, antara lain penguatan peran Dinas Komunikasi dan Informasi di masing-masing kabupaten/kota madya dan juga program Kota Cerdas (Smart City). Ini menjadi salah satu program yang saya kira cukup strategis untuk ke depannya karena Smart City ini menjadi semacam ikon sejauh mana level adopsi teknologi digital dilakukan di kota dan kabupaten,” paparnya.

Tak hanya itu, lanjut Nizar, Komdigi juga memiliki berbagai program pembinaan teknis dan dukungan digitalisasi lainnya untuk pemerintah daerah, seperti Smart City Business MatchmakingBusiness Benchmarking, dan klinik digitalisasi.

“Kita juga melakukan pembinaan teknis pemerintahan untuk Dinas Komunikasi dan Informasi dan juga ada klinik untuk asuransi digitalisasi di pemerintah daerah, Smart City Business Matchmaking dan Business Benchmarking, kita punya programnya dan pembagian tugas pembinaan teknis pemerintahan bidang Komunikasi,” tambahnya.

Baca juga: Sambangi Yogya Melalui Seminar UGM, Wamen Komdigi Dorong Tiap Daerah Bangun Data Labs Sebagai Kunci Suksss Transformasi Digital

Selain mengapresiasi wilayah Sumedang, Nizar juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada MM UGM atas inisiatif menyelenggarakan Digital Transformation Governance Index dan memberikan penghargaan kepada daerah yang menunjukkan inovasi digital terbaik.

“Dan apresiasi yang tinggi kepada Bisnis UGM untuk inisiatifnya membuat semacam Digital Transformation Governance Index dan memberikan award buat kota ataupun kabupaten yang memiliki inovasi-inovasi di tujuh pilar seperti yang sudah disampaikan tadi. Oleh karena itu kami berharap kegiatan ini bisa terus konsisten untuk dilakukan. Ini adalah tahun kedua, lebih baik dari tahun yang lalu saya kira dari segi pengarahannya,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU